Apa Itu Aktuaria, Prospek, dan Cara Menjadi Aktuaris

Apa Itu Aktuaria – Di luar negeri, Ilmu Aktuaria atau Actuarial Science termasuk bidang yang semakin populer, terutama bagi pecinta matematika. Sedangkan di Indonesia, Aktuaria bukan istilah yang sering didengar banyak orang. Dan hanya ada beberapa universitas yang baru 1 atau 2 tahun ini membuka jurusan Aktuaria.

Padahal kebutuhan tenaga ahli Aktuaria atau seorang Aktuaris di Indonesia sangat tinggi. Makanya tidak mengherankan kalau ada seorang Aktuaris yang diperebutkan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang asuransi.

Minimnya jumlah Aktuaris juga menyebabkan daya tawar profesi ini sangat tinggi. Seorang aktuaris yang sudah lulus uji sertifikasi bisa mendapat gaji sekitar 10 sampai 25 juta/bulan dan akan terus melonjak seiring jam terbang dan pengalaman.

Bahkan di Amerika Serikat, seorang Aktuaria yang sudah melewati 5 sampai 7 mata ujian sertifikasi, bisa dengan mudah mendapat penghasilan $ 100 ribu atau hampir Rp 1,5 Miliar per tahun. Nah agar tahu apa itu Aktuaria dan apa yang harus dilakukan untuk menjadi Aktuaris, Yuk ikuti ulasan berikut ini

Apa itu Aktuaria

Ilmu Aktuaria adalah studi yang mempelajari perhitungan risiko keuangan di masa depan dengan menggunakan prinsip-prinsip matematika, peluang, dan statistik. Keahlian ini sangat diperlukan, terutama dalam industri asuransi dan investasi keuangan.

Perusahaan asuransi ingin memastikan bahwa bisnisnya tetap stabil secara finansial dalam beberapa puluh tahun ke depan. Beberapa perusahaan investasi keuangan juga memerlukan jasa aktuaria untuk memprediksi ketidakpastian di masa depan dan pengaruhnya terhadap nilai saham.

Aktuaris

Tujuan utama seseorang belajar Aktuaria adalah agar menjadi Aktuaris handal. Tapi apa itu aktuaris? Seorang aktuaris adalah profesional yang menggunakan keahliannya dalam Matematika, dan Statistika untuk memprediksi peluang terjadinya peristiwa tertentu di masa depan dan pengaruhnya terhadap bisnis.

Kebanyakan aktuaris bekerja di perusahaan asuransi. Dengan keahliannya, mereka bertanggung jawab untuk menghitung premi yang harus dibayar nasabah, berapa dana yang harus disiapkan perusahaan untuk membayar klaim di masa depan, serta memperkirakan risiko-risiko lain yang harus ditanggung perusahaan.

Contohnya, seorang nasabah asuransi akan mendapat ganti rugi Rp 125 juta kalau dia mengalami kecelakaan mobil. Maka seorang aktuaris harus bisa menentukan premi asuransi yang harus dibayar nasabah per bulan.

Dengan kemampuan ststistiknya, dia dapat menghitung seberapa besar kemungkinan nasabah tersebut mengalami kecelakaan. Dengan data itu, dia bisa menentukan premi yang dibebankan ke nasabah. Tapi bagaimana aktuaris bisa memprediksi sesuatu yang belum pasti terjadi?

Dengan mengumpulkan data tentang kecelakaan mobil (misalnya), Aktuaris akan menemukan tren yang pada akhirnya bisa memprediksi peluang terjadinya kecelakaan di masa depan. Tentu saja prediksi ini tidak akan akurat untuk satu orang.

Tapi prediksi bisa akurat untuk ribuan orang atau peristiwa. Maksudnya, aktuaris bisa memprediksi akan ada 300 kecelakaan mobil diantara 10.000 mobil. Berarti peluang terjadinya kecelakaan mobil adalah 3%. Tapi dia tidak tahu siapa saja yang menjadi korban kecelakaan mobil.

Sepertinya sangat menarik kan? Selain menarik, profesi ini sangat menantang. Karena mereka bekerja untuk menghitung ketidakpastian. Posisi Aktuaris ini mirip konsultan atau perencana keuangan perusahaan. Tulang punngung keamanan finansial perusahaan asuransi ada di tangan mereka.

Karena itu, sangat masuk akal kalau pekerjaan ini dihargai sangat tinggi. Apakah ilustrasi ini membuat kalian tertarik? Kalau iya, berarti kalian harus mencoba belajar ilmu Aktuaria.

Prospek karir ahli Aktuaria

Seorang aktuaris bisa bekerja di berbagai macam perusahaan. Tapi yang paling populer dari ahli Aktuaria adalah bekerja di perusahaan asuransi. Asuransi merupakan bisnis dengan risiko tinggi, sehingga sangat memerlukan analisa Aktuaris.

Pada bidang kerja lain, Aktuaris berperan besar dalam menghitung berapa banyak uang yang dibutuhkan perusahaan untuk memberikan pensiun karyawan di masa yang akan datang. Ini memerlukan keahlian dalam menganalisa data-data perkiraan gaji, inflasi, maupun proyeksi masa kerja karyawan.

Aktuaris juga bisa bekerja di perbankan, investasi, marketing, dan banyak bidang lainnya. Intinya, dimana ada risiko dan uang, di situ pula Aktuaris dibutuhkan.

Bagaimana caranya agar bisa menjadi aktuaris?

Berkarir sebagai aktuaris memang sangat menarik. Tapi pekerjaan ini membutuhkan pengetahuan matematika yang sangat rumit. Kebanyakan Aktuaris memiliki background gelar Sarjana dalam program studi Statistika atau Ilmu Aktuaria.

Tapi gelar sarjana saja belum cukup. Gelar bisa menjadi modal dasar, tapi yang paling dihargai adalah kemampuan teknis, komunikasi, dan lulus ujian sertifikasi. Seorang fresh graduate bisa memulai karir sebagai Actuarial Analyst dengan gaji rata-rata masih di bawah 8 Juta per bulan.

Kemudian untuk menjadi Ajun Aktuaris (Associate), kalian harus melewati 8 mata ujian sertifikasi. Setelah lulus, kalian akan terdaftar sebagai Associate di level ASAI (Associate of the Societies of Actuaries of Indonesia). Sertifikat profesional ini dikeluarkan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI).

Beberapa materi yang diujikan antara lain, Probabilita dan Statistika, Metode Statistika, Matematika Aktuaria, Ekonomi, Akuntansi, Pemodelan dan Teori Risiko, serta Profesionalisme.

Nah dengan pengalaman kerja dan lulus ujian sertifikasi inilah, gaji kalian benar-benar melonjak dengan cepat. Seperti disebutkan di awal, pada level Associate ini kalian bisa mendapatkan 10 sampai 25 juta/bulan.

Untuk mengejar karir yang lebih tinggi lagi, kalian bisa upgrade dengan mengikuti sertifikasi tingkat Aktuaris (Fellow). Sertifikasi ini lebih terspesialisasi, kalian bisa memilih untuk menjadi aktuaris Asuransi Jiwa, Dana Pensiun, Asuransi Umum, maupun Asuransi Kesehatan.

Dengan lulus level Fellow, maka kalian terdaftar sebagai Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia (FSAI). Keanggotaan FSAI ini biasanya menjadi syarat menjadi Appointed Actuary dengan salary di atas Rp. 50 Juta.

Seberapa sulit menjadi Aktuaris?

Seperti profesi lainnya, dibutuhkan komitmen dan dedikasi untuk menjadi Aktuaris yang handal. Untuk meningkatkan kemampuan, kalian harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk terus belajar. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 7 sampai 10 tahun untuk benar-benar lulus semua ujian sertifikasi.

Dan ada cukup banyak calon Aktuaris yang gagal dalam ujian sertifikasi. Di Indonesia, setiap tahun hanya meluluskan sekitar 40 Aktuaris. Itu artinya hanya yang berkompetenlah yang benar-benar terpilih sebagai Aktuaris profesional.

Padahal ada lebih dari 100 perusahaan asuransi yang memerlukan Aktuaris profesional. Ditambah kebutuhan Aktuaris di perusahaan bidang lainnya, sangat jelas kalau jumlah Aktuaris yang ada belum seimbang dengan kebutuhan.

Tapi ya itu tadi, pekerjaan Aktuaris sangat lekat dengan Matematika. Jadi syarat utamanya adalah: kalian harus suka Matematika. Gimana, berminat dengan bidang ini?

(Visited 11 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *