Apa Itu Desain Grafis dan Bagaimana Mempelajarinya?

Apa Itu Desain Grafis – Kita semua pastinya sudah cukup akrab dengan istilah desain grafis. Karena bidang ini termasuk yang disukai anak zaman milenial. Bahkan di era digital seperti sekarang ini, desainer grafis semakin laris saja di pasaran.

Hampir setiap bidang tidak bisa lepas dari yang namanya desain grafis. Kalau kalian pernah melihat iklan atau brosur dengan gambar dan kata-kata unik, itulah hasil kerja seorang desainer grafis.

Untuk membuat karya desain grafis yang gampang dipahami tapi tetap unik itu tidak mudah. Karena dibutuhkan pengetahuan dan skill desain grafis yang mumpuni. Nah kali ini kita akan coba bahas apa itu desain grafis, bagaimana cara belajarnya, serta informasi menarik lain yang berhubungan dengan desain grafis.

Pengertian desain grafis

Jika dilihat dari penyusunnya, desain grafis terdiri dari dua suku kata. Yang pertama desain, yang memiliki arti perancangan untuk membuat suatu objek. Sedangkan grafis bisa diartikan sebagai titik atau garis yang saling berhubungan membentuk objek.

Jadi bisa disimpulkan bahwa desain grafis adalah proses perancangan elemen visual seperti tulisan, garis, titik, maupun gambar untuk menghasilkan karya yang digunakan untuk menyampaikan pesan pada audiens.

Dan karena berhubungan dengan komunikasi, maka istilah desain grafis sendiri sering disebut juga dengan nama desain komunikasi visual. Jadi karya desain grafis akan dikatakan berhasil kalau pesan yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah sekaligus menarik perhatian audiens.

Contoh paling gampang adalah iklan yang ada di sekitar kita. Dari brosur perumahan, iklan mobil, hingga poster kampanye caleg. Ada banyak peluang bagi desainer grafis untuk menuangkan idenya. Tapi kombinasi kreativitas dan strategi, komunikasi dan kecerdasan, serta estetika dan logika menjadi kunci sukses dari karya desain grafis.

Dan dengan perkembangan teknologi digital, sekarang ini dunia desain grafis menjadi bisnis yang sangat menjanjikan. Maraknya internet marketing, media sosial, dan juga industri video membuat profesi desainer grafis dihargai tinggi.

Cara belajar desain grafis

Nah bagi kalian yang menyukai dunia kreatif, jangan ragu untuk masuk di bidang design grafis. Karena memang peluangnya masih sangat besar. Dan diperkirakan booming desain grafis ini masih akan berlangsung sangat lama. Lalu apa yang diperlukan untuk menjadi desainer grafis? Apakah harus punya bakat seni?

Dasar dari desain grafis memang seni rupa. Dengan bakat seninya, seseorang bsia membayangkan sebuah imajinasi lalu menuangkannya dalam karya desain. Tapi perkembangan teknologi software membuat siapa saja bisa menjadi desainer grafis.

Dengan banyaknya perangkat lunak desain yang canggih, kalian tidak harus membuat karya desain secara manual. Singkat kata, sudah banyak aplikasi dan software yang membantu pekerjaan seorang desainer. Meski begitu, kalian tetap harus belajar terlebih dahulu.

Untungnya saat ini ada banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk belajar desain grafis. Ingin tahu darimana sumber belajarnya atau bagaimana cara menjadi desainer grafis yang jago? Yuk ikuti beberapa tips mudah menguasai desain grafis di bawah ini.

1.Pahami file vektor dan bitmap

Bagi kalian yang baru mulai mempelajari desain grafis, ada 2 format file gambar yang harus kalian ketahui yaitu file vector dan file bitmap. Kedua jenis gambar ini memiliki karakteristik yang berbeda.

Singkatnya, vector adalah gambar yang terdiri dari titik dan garis yang bergabung sehingga terbentuk sebuah objek. Gambar vector tidak akan pecah atau blur saat kita men-zoom di Corel Draw. Gambar vector biasanya ditandai dengan ekstensi file CDR, AL, serta DWG.

Kelebihan file vector lainnya adalah kita juga bisa mengubah gambar vector dengan lebih mudah. Misalnya merubah warna garis, warna isi, menghilangkan garis, dll.

Sedangkan gambar bitmap atau raster terbentuk dari kumpulan titik persegi berukuran sangat kecil atau pixel. Nah kalau kalian pernah melihat spesifikasi kamera 8 Megapixel, berarti kamera tersebut mampu menghasilkan foto berukuran 3264 titik warna x 2448 titik warna.

Beberapa file yang termasuk gambar bitmap diantaranya JPEG, PNG, GIF, BMP, TIFF, PDF, sertaPSD. Ukuran gambar bitmap juga bisa dibesarkan (zoom in) dan dikecilkan (zoom out). Tapi gambar bitmap akan terlihat blur atau buram saat ukurannya diperbesar.

2.Mengetahui cara memadukan warna

Warna merupakan faktor penting dalam desain grafis. Perpaduan warna yang tepat akan menciptakan desain yang lebih profesional dan mampu menyampaikan pesan dengan lebih mudah. Pilihan warna juga bisa meningkatkan ingatan audience terhadap karya desain.

Kalian pasti tahu kan apa yang akan pertama kali diperhatikan saat seseorang melihat gambar? Hampir dapat dipastikan bukan isi atau konten, tapi bagaimana tampilan gambar atau desain grafis tersebut.

Jadi jangan sampai salah warna ya, karena kesalahan warna bisa membuat audience pusing, sakit mata dan akhirnya malas untuk melihatnya. Begitu pentingnya warna, sehingga menguasai teori dan memadukan warna menjadi kewajiban yang tidak bisa dipisahkan dari seorang desainer grafis.

3.Belajar dari expert

Belajar apa saja akan lebh baik kalau ada mentor. Dan kalau kalian tidak ingin ikut kursus, setidaknya ada teman yang sudah profesional di bidang desain grafis dan mau berbagi ilmu. Belajar dari teman yang sudah jago membuat kalian tidak hanya mendapat ilmu saja, tapi bisa langsung praktek.

Adanya bimbingan dari mentor juga membuat kalian bisa belajar lebih terarah dan tidak membuang waktu percuma.

4.Ide

Belajar desain atau menguasai software sebenarnya cukup mudah. Tapi yang lumayan sulit adalah bagaimana menemukan ide mengenai apa yang mau didesain.

Begitu banyak desainer yang merasa buntu dan bingung saat hendak menyelesaikan sebuah proyek desain. Padahal bagus buruknya atau berbobot tidaknya karya desain sangat dipengaruhi ide.

Nah kalau bagaimana mendapat ide ini tiap orang bisa berbeda-beda caranya. Tapi intinya, kalian harus mencari ide sebanyak mungkin. Entah dari internet, buku, jalan-jalan, atau cara lainnya. Dan jangan lupa untuk mencatat ide baru yang kalian dapatkan.

5.Kuasai Aplikasi desain grafis

Era digital membuat pekerjaan apa saja terasa mudah, termasuk desain grafis. Karena ada begitu banyak aplikasi atau software yang akan membantu kalian mempelajari desain grafis. Dengan mengutak-atik aplikasi desain grafis, skill desain kalian akan meningkat sangat cepat.

Dan kalian tidak harus menguasai semua software yang ada. Untuk menjadi desainer profesional, kalian cukup menguasai 2 software, yaitu software pengolah file vektor dan bitmap.

Untuk pengolah vektor, software yang paling banyak dipakai adalah Corel Draw dan Adobe Illustrator. Sedangkan untuk pengolah bitmap, kalian bisa menggunakan Adobe Photoshop. Cukup menguasai dua software itu saja, kalian sudah bisa membuka usaha desain grafis. Sangat sederhana kan?

6.Belajar online

Banyak desainer yang kuliahnya bukan di jurusan desain grafis. Karena mereka bisa belajar dari beberapa website yang menyediakan pembelajaran desain grafis dan tutorial secara online. Bahkan sebagian website tersebut tidak menarik biaya sepeserpun alias gratis.

Belajar online sangat praktis, kalian tidak perlu menghabiskan waktu untuk berangkat ke kampus. Dengan modal laptop dan koneksi internet, kalian sudah bisa mendapat ilmu desain yang sangat banyak.

Bahkan belajar desain itu seperti tidak ada habisnya. Seorang yang sudah profesional sekalipun tetap dituntut meningkatkan skill dan mengupdate perkembangan desain grafis terbaru.

7.Ikut kursus

Bagi kalian yang memulai dari nol, salah satu cara praktis menguasai desain grafis adalah dengan ikut kursus. Belajar di tempat kursus membuat kalian bisa mendapat ilmu dan bertanya langsung pada pakar yang sudah bertahun-tahun terjun di dunia desain.

Kalian akan dibimbing step by step hingga menguasai software tertentu dan bisa membuat karya desain. Begitu memiliki dasar-dasar desain, siswa biasanya akan diberi tugas desain seperti halnya di dunia profesional. Lembaga kursus biasanya juga sudah memiliki kurikulum yang pelajarannya sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

Dengan kurikulum pembelajaran yang komprehensif, bukan tidak mungkin kalian segera menjadi desainer profesional dalam waktu singkat. Tapi ingat, jangan terburu-buru dalam menentukan lembaga kursus. Pastikan lembaga tersebut berkompeten dan telah terbukti menghasilkan alumni yang berhasil.

8.Learning by doing

Kalau kalian sudah mengerti dasar-dasar desain grafis, jangan ragu lagi untuk menawarkan jasa desain atau mengerjakan proyek pribadi. Misalnya saja dibutuhkan tim desain untuk kegiatan di kampus atau komplek tempat tinggal, kalian bisa menawarkan diri untuk terlibat di dalamnya.

Terlibat dalam pekerjaan desain bisa mempertajam keahlian yang dimiliki. Sebaliknya, skill desain juga bisa hilang kalau tidak dipraktekkan. Dan jangan berpikir materi dulu, karena pengalaman bekerja dalam sebuah proyek sangat mahal harganya. Kalian bisa menuangkan ide kreatif dalam aktivitas tersebut.

Nah kalau ternyata pekerjaan kalian ini sudah ada hasilnya, jangan sungkan untuk menunjukkan hasil kerja kalian kepada sahabat, keluarga, atau upload ke medsos. Siapa tahu mereka juga sedang mencari desainer grafis dan berminat dengan skill kalian.

Desain grafis adalah salah satu industri kreatif yang masih akan terus berkembang. Sekarang kembali pada kalian apakah ingin melewatkan peluang ini begitu saja? Kalau ingin terjun di desain grafis, siapkan diri dari sekarang juga. Selamat belajar dan sukses selalu ya!!

(Visited 6 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *