Apa itu E Commerce, Jenis, Manfaat dan Risikonya

INFO LENGKAP KERJA DI JERMAN/JEPANG DAN KURSUS BAHASA JERMAN, ISI BIODATA DISINI

Apa itu E Commerce – Teknologi internet telah masuk ke dalam berbagai bidang kehidupan, dalah satunya dalam jual beli. Saat ini semakin banyak yang terlibat dalam transaksi E commerce. Dan dalam 5 tahun terakhir ini, E commerce semakin banyak peminatnya dan diperkirakan akan terus meningkat.

Tapi apa itu E commerce, apa saja jenis-jenis E commerce, serta apa saja keuntungan dan kerugiannya? Yuk ikuti ulasan di bawah ini.

Pengertian E commerce

Yang pertama adalah tentang apa itu E commerce. Banyak yang menanyakan hal ini, terutama bagi pendatang baru pengguna internet. Bagi yang sedang mencari pengertian E commerce, kalian berada di tempat yang tepat.

E commerce atau electronic commerce adalah semua jenis transaksi bisnis atau jual beli barang, produk, dan jasa yang dilakukan secara online di internet. Contoh paling populer E commerce adalah belanja online yang di Indonesia sedang digemari hampir semua kalangan.

Tapi sebenarnya ada banyak aktivitas yang masuk ke dalam E commerce, seperti lelang online, internet banking, pembayaran listrik dan telepon secara online, dan masih banyak lagi. Berdasarkan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi, E commerce bisa diklasifikasikan dalam 4 jenis transaksi berikut ini ,

•Business to Business (B2B)

Ini adalah E commerce yang melibatkan perusahaan, konsumen akhir tidak terlibat. Transaksi B2B biasanya hanya melibatkan pihak-pihak yang berbisnis seperti produsen, agen, supplier, maupun retailer. Misal, ada produsen alat kantor yang menjual produknya ke supplier.

Baca Juga  Cara Membuat Iklan di Google Ads

Karena transaksi dalam jumlah besar dan akan dijual lagi, maka produsen biasanya akan memberikan harga per unit yang jauh lebih murah dibanding eceran.

Biasanya B2B dilakukan secara lebih prosedural. Sebelum terjadi transaksi, perusahaan akan mengirimkan penawaran resmi via email.

•Business to Customer (B2C)

Seperti halnya dalam jual besi tradisional, di sini perusahaan menjual barang atau jasa secara langsung ke konsumen. Konsumen bisa melihat produk, gambar, ulasan, serta harganya di website. Kalau cocok, pembeli bisa langsung memesan lalu perusahaan akan mengirim produknya ke konsumen.

Jenis ini tumbuh subur karena banyak perusahaan yang mengandalkan perusahaan lewat website dan semakin banyak yang menjual barang lewat too virtual di internet. Beberapa contoh E commerce jenis B2C yang ada di Indonesia diantaranya Blibli, Lazada, tiket.com, dll.

•Customer to Customer (C2C)

Ini adalah jenis E commerce yang relatif masih baru, dimana konsumen yang sebelumnya membeli barang, berusaha menjual barangnya ke konsumen lainnya. E commerce jenis C2C ini tidak melibatkan perusahaan. Biasanya benda yang diperjualbelikan adalah mobil, motor, elektronik, dll.

Di Indonesia, kalian bisa menjual barang kalian melalui marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Elevenia, atau Shopee. Sedangkan di luar negeri, mereka sudah melakukan bisnis ini sejak tahun 1990-an. Beberapa pioneer marketplace dari luar adalah Amazon dan eBay.

Di sini marketplace berfungsi sebagai pihak ketiga yang menfasilitasi penjual dan pembeli dengan cara menyediakan lapak berjualan serta fasilitas pembayarannya. Jadi begitu terjadi kesepakatan antara penjual dan pembeli, pembayaran dilakukan melalui rekening yang dimiliki marketplace tersebut.

Selain model marketplace, ada juga jenis C2C yang transaksi langsung dilakukan penjual dan pembeli, tanpa melalui pihak ketiga. Kalian bisa melakukan jual beli ini di OLX maupun medsos seperti instagram dan Facebook.

Baca Juga  Apa Itu Digital Marketing, Strategi, Dan Manfaat Bagi Bisnis

•Customer to Business (C2B)

Kebalikan dari B2C, di sini konsumen yang menjual barang atau jasanya ke perusahaan. Misalnya saja ada di antara kalian yang menjadi programmer freelance. Kalian bisa mempromosikan software kalian melalui website atau menawarkan langsung ke perusahaan.

Beberapa website yang menyediakan tempat promosi bagi freelance diantaranya freelancer.com atau upwork.com. Kalian bisa menunjukkan skill kalian di website tersebut. Kalau ada perusahaan yang tertarik, maka kalian bisa langsung bekerja untuk perusahaan tersebut.

Manfaat dan risiko E commerce

Saat ini E commerce menjadi tempat ternyaman bagi penjual. Mereka bisa menjangkau konsumen yang lebih luas dan menjual barangnya ke manapun tanpa hambatan tempat. Penjual dan pembeli cukup berkomunikasi di dunia maya untuk kemudian dillanjutkan dengan transaksi.

E commerce juga menurunkan biaya operasional,sehingga perusahaan bisa membuat harga menjadi lebih kompetitif atau bisa juga menikmati margin keuntungan yang lebih tinggi. Selain itu, penjual dan pembeli bisa langsung berinteraksi, sehingga transaksi bisa terjadi lebih cepat.

Satu manfaat besar E commerce lainnya bagi pembeli adalah mereka bisa memilih barang secara lebih bebas tanpa harus keluar rumah. Tidak seperti toko tradisional yang dibatasi jam kerja, website akan buka non stop selama 24 jam.

E commerce memang memberikan banyak manfaat. Tapi kita juga harus waspada dengan dampak negatif dan risiko yang mungkin timbul, terutama masalah keamanan. Ada beberapa isu keamanan seperti pencurian kartu kredit maupun pencurian identitas. Intinya, kerahasiaan data pelangan masih menjadi isu utama.

KERJA di JERMAN dan JEPANG GRATIS? ISI BIO LENGKAP DISINI
Baca Juga  8 Aplikasi Pemotong Video Online, Sangat Cocok Untuk Pemula

Nah demikian penjelasan mengenai apa itu E commerce, jenis, serta manfaat dan risikonya. Semoga memberikan gambaran yang jelas tentang jual beli yang sedang digandrungi masyarakat Indonesia ini. Gimana, sudah siap memulai transaksi online?

(Visited 37 times, 1 visits today)

Leave a Reply