Panduan Tentang Apa Itu Joint Venture, Contoh, dan Manfaat

Apa Itu Joint Venture – Kalian mungkin termasuk orang yang memiliki banyak ide cemerlang untuk membuat bisnis tapi kesulitan merealisasikannya. Bisa jadi karena kesulitan modal, kekurangan SDM, atau tidak memiliki jaringan untuk memasarkan produk.

Karena itu, membuat joint venture atau membentuk usaha patungan dengan pihak lain bisa menjadi solusi jitu. Dengan joint venture, kalian bisa saling mengisi dengan partner untuk membangun bisnis yang tangguh. Tapi apakah kalian familiar dan tahu apa itu joint venture?

Pengertian joint venture

Joint venture adalah usaha bersama antara dua pihak atau lebih yang bersepakat menyatukan sumber daya mereka untuk menyelesaikan proyek atau tugas tertentu. Joint venture bersifat simbiosis mutualisme, sehingga masing-masing pihak akan mendapat manfaat bersama.

Selain itu, pihak-pihak yang terlibat dalam joint venture akan berbagi modal, risiko atau kerugian, dan keuntungan, sesuai dengan perjanjian awal (kontrak). Untuk berjaga-jaga kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, sebaiknya dibuat perjanjian sejelas-jelasnya hitam di atas putih.

Manfaat mengadakan joint venture

Joint venture menjanjikan beberapa keuntungan. Bisnis bisa berkembang lebih cepat, peningkatan produktivitas, maupun menghasilkan keuntungan tambahan. Begitu juga saat gagal, kerugian bisa diperkecil karena pihak yang terlibat akan menanggung kerugian bersama-sama.

1.Berbagi sumber daya dan tanggung jawab

Manfaat utama joint venture adalah berpotensi menghasilkan sumber daya, misalnya SDM, modal, teknologi, peralatan, maupun akses pasar yang lebih baik. Dan keuntungan ini bisa didapatkan tanpa harus menghabiskan modal yang berlebihan.

Sebagai contoh, perusahaan A mendapat proyek untuk memproduksi suatu produk tapi tidak memiliki kemampuan untuk memproduksinya. Maka perusahaan A memutuskan untuk mengadakan joint venture dengan perusahaan B karena perusahaan B memiliki fasilitas dan teknologi.

Joint venture memberikan manfaat bagi perusahaan A karena mereka memiliki akses menggunakan teknologi tanpa harus menyewa atau membelinya. Sementara perusahaan B mendapat keuntungan berupa order produksi. Masing-masing perusahaan akan mendapat manfaat saat joint venture ini berhasil.

2.Mendapat pengetahuan baru

Setiap pihak dalam joint venture pasti datang dengan membawa teknologi, keahlian dan pengetahuan yang dimilikinya. Sehingga kerjasama joint venture bisa mendatangan pengetahuan baru yang pada akhirnya menjadikan perusahaan menjadi lebih kuat dan berkompeten di masa depan.

3.Risiko bersama

Risiko kegagalan proyek bisa menimbulkan dampak negatif bagi keuangan perusahaan. Kegagalan menyebabkan perusahaan kehilangan banyak waktu dan biaya. Tapi kalau usaha dilakukan dengan joint venture, perusahaan tidak sendirian dalam menanggung kerugian.

Pihak-pihak yang bekerjasama biasanya akan berbagi biaya dan berbagi kerugian. Ini akan mengurangi dampak negatif dari kegagalan tersebut.

4.Kerjasama lebih fleksibel

Tidak seperti merger atau akuisisi, joint venture bersifat sementara dan bisa berakhir saat proyek berakhir atau tujuan telah tercapai. Joint venture tidak mengharuskan pihak yang terlibat membuat perusahaan baru. Mereka juga tidak menyerahkan kontrol perusahaan kepada perusahaan mitra.

Intinya, joint venture menawarkan kerjasama yang lebih fleksibel dan perusahaan bisa kembali ke keadaan normal saat kerjasama ini selesai.

5.Membangun link

Meskipun joint venture bersifat sementara, tapi kerjasama ini menjadi kesempatan membangun jaringan bisnis dan bisa bermanfaat untuk menciptakan kerjasama lainnya di masa depan.

Contoh joint venture

Dalam dunia usaha yang penuh persaingan, seringkali mereka justru saling bekerjasama untuk mencapai target atau tujuan perusahaan. Berikut ini beberapa contoh joint venture yang dilakukan beberapa perusahaan terkenal

1.Starbucks Corporation dan Tata Global Beverages

Salah satu contoh terbaik joint venture adalah kerjasama antara Starbucks yang merupakan perusahaan kedai kopi terbesar di dunia dengan Tata Global Beverages yang menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di dunia. Untuk merebut pasar India, mereka membentuk perusahaan joint venture yang dinamakan Tata Starbucks.

Perpaduan antara brand terkenal starbucks dengan keahlian membuat kopi Tata Global Beverages menghasilkan perusahaan yang menguasai pasar kopi di India. Dimulai pada tahun 2012, sekarang Tata Starbucks memiliki sekitar 140 gerai ritel di seluruh India.

2.Sony dan Ericsson

Pada tahun 2001, perusahaan elektronika Jepang Sony dan perusahaan telekomunikasi Ericsson membuat joint venture yang bertujuan untuk memproduksi smartphone dan gadget. Kombinasi dua perusahaan mapan itu pernah menjadi salah satu produsen ponsel terbesar di dunia.

Sony berharap bisa memasuki pasar seluler sementara Ericsson bisa memanfaatkan keahlian Sony dalam teknologi handset seluler. Tapi joint venture ini berakhir dengan akuisisi Sony terhadap divisi ponsel Ericsson.

3.Google dan NASA

Pusat penelitian luar angkasa NASA memutuskan untuk mengadakan joint venture dengan google. Proyek mereka berfokus pada penerapan teknologi luar angkasa pada produk google. Salah satu hasilnya adalah google earth yang memberikan banyak manfaat dalam pemetaan.

4.BMW dan Toyota

Kerjasama antara 2 pabrikan otomotif raksasa pada tahun 2011 ini lebih difokuskan pada pengembangan teknologi ramah lingkungan pada mobil masa depan. Inovasi menjadi kunci sukses dalam industri otomotif, sehingga mereka berharap joint venture jangka panjang ini akan menguntungkan keduanya di masa depan.

5.Indofood dan nestle

Salah satu joint venture yang pernah terjadi di perusahaan dalam negeri adalah antara PT Indofood Sukses Makmur Tbk dan perusahaan makanan asal Swiss, Nestle S.A. Mereka membentuk PT Nestle Indofood Citarasa Indonesia yang berfokus di bumbu penyedap makanan.

Tidak ada alasan lain, dua perusahaan besar ini bergabung dengan harapan saling menguatkan dan menguasai pasar bumbu di Indonesia. Walaupun joint venture ini telah berakhir, tapi telah banyak menghasilkan produk yang digemari konsumen seperti Maggi, Kecap Indofood, Kecap Enak Piring Lombok, dll.

Demikian tadi ulasan mengenai apa itu joint venture, manfaat, serta beberapa contoh joint venture yang dilakukan corporasi besar. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang bisnis. Sukses selalu ya!!

(Visited 8 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *