Syarat Kuliah di Jepang dan Perbedaannya dengan Jerman

Kuliah di Jepang – Konnichiwa! Apakah kalian termasuk salah satu diantara banyak pelajar yang ingin kuliah di Jepang? Kalau iya, berarti kalian ada di tempat yang tepat. Karena kali ini kami akan mengulas berbagai hal yang berhubungan dengan kuliah di Jepang.

Kenapa harus Jepang?

Ada banyak alasan yang menjadikan Jepang sebagai tujuan utama melanjutkan kuliah. Alasan utama tentu saja karena Jepang memiliki banyak kampus berkualitas dunia, bahkan beberapa diantaranya masuk ek dalam top 100 universitas terbaik dunia.

Bagi kalian yang ingin studi bidang teknologi, Jepang adalah pilihan tepat. Ada banyak perusahaan teknologi dan otomotif besar dari Jepang seperti Toyota, Honda, Nissan, Hitachi, Nikon, Sony, dll. Studi bidang teknologi di Jepang berarti kalian berkesempatan kerja magang sambil kuliah di perusahaan-perusahaan besar tersebut.

Bahkan kalian berpeluang besar untuk berkarir di Jepang setelah lulus. Karena memang pemerintah Jepang memang memberikan prioritas pekerjaan bagi mahasiswa asing yang telah lulus dari universitas Jepang.

Dan bagi mahasiswa Indonesia, Jepang jelas menjadi negara favorit. Apalagi kalau bukan karena jarak yang tidak terlalu jauh serta sama-sama menganut budaya ketimuran yang penuh dengan sopan santun. Ini akan mengurangi kemungkinan culture shock, misalnya dibanding kuliah di negara-negara barat.

Mahalkah kuliah di Jepang?

Biaya kuliah di Jepang berbeda-beda, tergantung negeri atau swasta serta jurusan yang diambil. Biaya SPP di universitas negeri berkisar sekitar 800.000 Yen atau Rp 105 juta. Dengan asumsi masa studi 4 tahun (kecuali Kedokteran), maka dibutuhkan sekitar Rp 400 juta (belum termasuk biaya hidup) untuk mendapat gelar Sarjana di Jepang.

Sedangkan biaya universitas swasta di Jepang akan menarik biaya kuliah lebih tinggi, yaitu sekitar 1.300.000 yen atau sekitar Rp 170 juta per tahunnya. Dan biaya kuliah yang lebih tinggi lagi berlaku untuk jurusan favorit, seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Farmasi.

Untuk ukuran negara tujuan studi, biaya kuliah di Jepang bisa dibilang tidak terlalu tinggi. Bandingkan dengan universitas di Australia atau USA yang menarik biaya kuliah di atas $ 20.000 per tahunnya.

Syarat kuliah di Jepang

Tahun ajaran baru Jepang dimulai pada bulan April, sedangkan semester genap dimulai pada Oktober. Bagi yang ingin studi di Senmon Gakko (semacam politeknik) atau Daigaku (universitas), biasaya mereka harus menjalani persiapan dengan ikut kuliah bahasa Jepang (Nihonggo Gakko) di Jepang selama 1 hingga 2 tahun.

Karena akan digunakan di dunia akademik, level bahasa Jepang yang dipelajari di Nihonggo Gakko jelas lebih tinggi dibanding bahasa Jepang untuk magang ataupun bekerja.

Jadi bisa dibilang kemampuan bahasa menjadi syarat utama untuk bisa kuliah di Jepang. Apakah kalian lulusan SMA yang mau mengambil program Sarjana atau lulusan Sarjana yang hendak meneruskan program Master di Jepang, wajib untuk belajar bahasa Jepang terlebih dulu.

Tapi tidak harus belajar selama 2 tahun, durasi kuliah bahasa Jepang di Jepang bisa diperpendek asalkan kalian sudah punya dasar bahasa Jepang atau pernah belajar bahasa Jepang di Indonesia.

Karena itu, bagi kalian yang bercita-cita lanjut kuliah di Jepang, sangat disarankan untuk ikut kursus bahasa Jepang di Indonesia. Karena ini akan mempersingkat kursus bahasa Jepang di Jepang.

O ya, di Jepang juga ada beberapa program yang tidak mengharuskan mahasiswa asing bisa berbahasa Jepang lho. Untuk program internasional, bahasa perkuliahannya menggunakan bahasa Inggris. Sehingga kalian tidak harus mengambil kelas persiapan bahasa Jepang.

Kuliah di Jepang VS Jerman

Antara Jepang dan Jerman memiliki banyak kesamaan dalam hal pendidikan tingginya. Keduanya memiliki standar sangat tinggi dalam kualitas perguruan tinggi serta sama-sama menyediakan banyak beasiswa untuk mahasiswa asing. Itulah yang menjadi alasan kedua negara tersebut menjadi favorit mahasiswa asing dari seluruh dunia.

Nah, bagi kalian yang sedang mempertimbangkan negara tujuan studi, berikut ini dua perbedaan besar antara kuliah di Jepang dan Jerman

1.Biaya kuliah

Bagi yang ingin kuliah di luar negeri, salah satu pertanyaan yang paling banyak diajukan adalah biaya kuliah dan biaya hidup. Kalau biaya hidup, kita semua maklum kalau kedua negara ini termasuk negara berbiaya hidup tinggi. Terutama untuk sewa tempat tinggal.

Walau begitu, kalian bisa mensiasati dengan kerja part time. Karena baik di Jepang maupun Jerman, tersedia banyak lowongan kerja bagi mahasiswa.

Nah yang membedakan keduanya adalah biaya kuliahnya, terutama untuk universitas negeri. Universitas negeri di Jepang menerapkan biaya kuliah bagi mahasiswa asing dengan besaran seperti tercantum di atas.

Sedangkan hampir semua universitas negeri Jerman membebaskan biaya kuliah pada semua mahasiswa, baik mahasiswa asing ataupun lokal. Mereka diberi kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan tinggi. Mahasiswa hanya diharuskan membayar “administrative fee” yang besarnya tidak lebih dari € 250 per semester.

Tidak peduli darimana asal negara kalian atau status sosial ekonomi keluarga. Di Jerman, kalian berkesempatan menikmati kuliah gratis dan berkelas dunia.

2.Persiapan kuliah

Untuk bisa kuliah di Jerman atau Jepang, setidaknya kalian harus mempersiapkan dalam 2 hal: persiapan akademis dan bahasa. Untuk Jepang, kalian harus menjalani persiapan bahasa Jepang di Jepang selama 1 sampai 2 tahun (durasi bisa berbeda-beda). Setelah itu, kalian baru bisa mengikuti EJU (ujian masuk universitas Jepang) dan mulai masuk kuliah.

Sedangkan bagi yang ingin kuliah di Jerman, mulai dari persiapan bahasa hingga Studienkolleg, semua bisa dilakukan di tanah air. Setelah semua siap, kalian bisa melakukan pendaftaran dan mengirim aplikasi tanpa harus pergi ke Jerman.

Nah itu tadi beberapa informasi menarik seputar kuliah di Jepang serta perbedaannya dengan kuliah di Jerman. Kemanapun tujuan studi kalian, wajib hukumnya membekali diri dengan kemampuan bahasa asing sejak dini. Nah untuk kalian yang tertarik dengan bahasa Jerman, yuk segera hubungi Virtu Education di (021)-300-19-979/ 0812-89-8000-26 atau klik www.virtueducation.org.

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *