Kuliah di Luar Negeri

Kuliah di Luar Negeri dengan 7 Langkah Berikut Ini

Kuliah di Luar Negeri – Sekarang ini semakin banyak pelajar Indonesia yang bisa lanjut kuliah ke luar negeri. Berbeda dengan sekitar 20 tahun lalu, dimana hanya segelintir orang yang mendapat kesempatan ini. Tapi ternyata masih ada lho yang menilai mimpi kuliah ke mancanegara itu masih sulit diwujudkan.

Pemikiran ini sering muncul, terutama bagi pelajar yang berasal dari keluarga pas-pasan. Mereka sering merasa minder dengan besarnya biaya yang dibutuhkan untuk mengejar mimpi kuliah ke negara luar. Padahal ada banyak mahasiswa yang bisa ke luar negeri karena mendapat beasiswa.

Baca juga ” 5 Beasiswa Luar Negeri Tanpa Syarat TOEFL

Dengan adanya beasiswa, mahasiswa tidak perlu memikirkan urusan biaya kuliah dan biaya hidup. Karena sudah ada sponsor yang membiayai mereka sampai lulus.

Tidak hanya masalah biaya, banyak mahasiswa yang ketakutan dengan homesick dan kesulitan beradaptasi dengan budaya negara setempat.

Padahal ketakutan tadi sebenarnya tidak beralasan. Justru kuliah di negara orang menjadi kesempatan untuk mempelajari budaya negara tersebut. Kita juga akan berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara dan membuat link seluas mungkin.

Intinya, hidup dan menjalani studi di luar negeri menawarkan banyak kesenangan yang tidak didapatkan kalau kuliah di negeri sendiri. Tetapi harus diakui kalau mendapat kesempatan studi sampai ke luar negeri itu semudah membalik telapak tangan.

Karena ada berbagai proses yang harus dilewati. Mulai dari memilih negara tujuan, jurusan dan universitas, menyiapkan dokumen aplikasi, mempersiapkan diri untuk tes masuk, menyiapkan pendanaan, dan masih banyak lagi. Nah ingin tahu cara kuliah di luar negeri? Yuk ikuti penjelasan berikut ini.

1.Memiliki tujuan dan motivasi jelas

Tujuan yang jelas seringkali menjadi pembeda antara orang sukses dan gagal. Begitu juga dalam mewujudkan mimpi kuliah ke mancanegara. Kalian harus memiliki tujuan serta motivasi yang sangat jelas ketika memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Kalau sudah memiliki tujuan jelas, kita semakin termotivasi untuk mencapainya.

Semakin kuat tujuan yang ditetapkan, peluang sukses menjadi lebih besar. Tantangan apapun yang menghadang, kalian akan berusaha keras untuk menghadapinya. Beberapa tujuan yang bisa menambah motivasi kalian diantaranya,

  • Ingin bergaul dengan mahasiswa dari berbagai negara
  • Ingin berlatih hidup mandiri
  • Jurusan yang diinginkan tidak ada di Indonesia
  • Suasana kuliah yang lebih kompetitif
  • Belajar budaya dan etos kerja negara setempat
  • Kesempatan travelling ke luar negeri
  • Ingin mendapat karir di masa depan yang lebih baik
  • Sebagai pengalaman yang bisa diceritakan ke anak cucu
  • Membuka wawasan, dll

2.Tentukan negara tujuan

Berkesempatan kuliah di negara-negara maju masih menjadi impian pelajar Indonesia. Tapi ternyata banyak juga lho yang masih galau menentukan negara tujuan. Banyak yang ragu apakah negara tersebut cocok dan bisa segera beradaptasi kehidupan negara setempat.

Salah satu pertimbangan adalah faktor bahasa. Walaupun perkuliahan disampaikan dalam bahasa Inggris, tapi tidak semua negara menggunakan bahasa Inggris dalam kesehariannya.

Contohnya Perancis, Belgia, Norwegia, Jerman, Finlandia, Turki, Rusia, Jepang, Korea Selatan, dll. Kalau kalian kuliah di negara tersebut, sebaiknya mempelajari bahasa setempat. Ini akan memudahkan untuk berinteraksi dengan warga lokal.

Nah bagi kalian ingin kuliah di negara berbahasa Inggris, Amerika Serikat, Inggris, dan Australia bisa dijadikan pilihan. Kalian bisa kuliah sekaligus melancarkan skill bahasa Inggris.

Untuk Asia, kalian bisa memilih Singapura dan Malaysia. Kedua negara tetangga tersebut menyediakan banyak program studi berbahasa Inggris. Kesamaan budaya juga membuat kalian bisa langsung menyatu dengan penduduk lokal.

Kuliah di Luar Negeri

3.Memilih jurusan dan universitas

Selain negara, faktor lain yang harus dipikirkan masak-masak adalah pemilihan jurusan dan universitas. Memilih jurusan bisa gampang-gampang susah lho. Biasanya kalian akan dihadapkan antara memilih bidang yang kita minati atau memilih berdasar prospek masa depan.

Bisa jadi bidang yang diminati ternyata diprediksi tidak banyak dibutuhkan pasar di masa depan. Padahal passion atau gairah bisa menjadi penentu keberhasilan studi kita. Menjalani bidang sesuai minat juga akan menghasilkan energi luar biasa.

Prospek jurusan memang penting, karena membuat kita bisa lebih berkembang di masa depan. Tapi ingat, kita juga harus menjalani dengan hati. Mempelajari apa yang ingin dipelajari membuat kita lebih menikmati proses.

Jadi sebaiknya kejar bidang yang diminati dan jangan memaksakan bidang yang tidak kita suka. Jangan sampai kalian terpaksa dalam menjalani perkuliahan.

Selain itu, kalian juga perlu menjajaki beberapa universitas yang membuka jurusan yang kalian pilih. Salah satu cara mudahnya adalah dengan melihat posisi universtas tersebut dalam daftar peringkat dunia. Pemeringkatan universtas bisa dilihat di situs Times Higher Education (THE) atau QS World University ranking.

4.Siapkan dokumen pendaftaran

Mempersiapkan dokumen pendaftaran kuliah luar negeri tidak bisa dipandang remeh. Karena persyaratannya yang banyak dan ribet, sebaiknya dipersiapkan sejak dini. Untuk mengetahui secara detail persyaratannya, kalian bisa cek langsung ke website universitas tersebut.

Secara umum, ada beberapa dokumen yang biasa diminta panitia penerimaan mahasiswa, diantaranya paspor, sertifikat skill bahasa Inggris, bukti sumber pendanaan, serta transkrip nilai dan ijazah.

Selain itu, ada pula yang meminta recommendation letter dan motivation letter. Sehingga tidak ada salahnya kalian merancang dari sekarang.

Kalau sudah mendapat informasi yang jelas, kalian bisa langsung menyiapkan dan mengirim secepatnya. Untuk amannya, sebaiknya dikirim 1 bulan sebelum deadline. Jadi kalau ada dokumen yang kurang lengkap, masih ada waktu bagi kalian untuk melengkainya.

5.Siapkan sumber pendanaan

Biaya hidup dan biaya kuliah menjadi pertimbangan utama saat ingin memutuskan kuliah luar negeri. Beberapa negara populer seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Singapura, maupun Australia terkenal dengan biaya hidup yang sangat tinggi. Terlebih kalau dikonversi ke Rupiah.

Karena itu, penting untuk mencari tahu biaya hidup di negara tujuan. Bagi yang ingin kuliah di negara berbiaya hidup rendah, negara seperti Malaysia atau China bisa dipertimbangkan.

Tapi kalau kalian tidak ingin dibebani dengan pendanaan, cara kuliah di luar negeri paling praktis adalah dengan memburu beasiswa.

Apalagi ada banyak beasiswa yang disediakan negara tujuan, misalnya Erasmus + (Uni Eropa), DAAD (Jerman), Turkiye Burslari (Turki), Australian Awards Scholarship (Australia), KGSP (Korea Selatan), MEXT (Jepang), dll.

Untuk beasiswa dari pemerintah Indonesia, kalian bisa mencoba LPDP. Beasiswa yang pendanaannya dikelola Kementerian Keuangan ini menjadi favorit mahasiswa yang ingin lanjut S2 luar negeri.

Kemungkinan diterima juga lebih besar, karena tersedia banyak kuota beasiswa dan tidak perlu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai negara.

6.Visa pelajar

Salah satu hal terpenting untuk kuliah ke luar negeri adalah visa pelajar. Kita harus segera mengurus visa begitu menerima LoA (Letter of Acceptance) dari universitas. Untuk mengurus visa pelajar sebenarnya tidak terlalu rumit.

Kita hanya harus menyiapkan beberapa dokumen standar seperti mengisi dokumen aplikasi, paspor, akte lahir, akte nikah, ijazah dan transkrip nilai, pas foto, serta bukti sumber pembiayaan.

Tiap negara juga memberlakukan jangka waktu pembuatan visa yang berbeda-beda. Ada yang singkat tapi ada juga yang membutuhkan waktu agak lama.

Dan kalau semua dokumen sudah disiapkan, kalian tinggal membuat appointment atau janjian pertemuan dengan pihak keduataan. Kalau sudah mendapat hari dan tanggal pertemuan, Jangan lupa untuk datang on time. Karena kedutaan luar negeri biasanya memiliki disiplin tingkat tinggi.

Bahkan ada yang tidak mentolelir keterlambatan. Datang tidak tepat waktu bisa membuat kalian harus menyusun appointment baru di hari berikutnya.

7.Persiapan bahasa Inggris

Sebagai bahasa internasional, skill bahasa Inggris diperlukan untuk menjalani kuliah di luar negeri. Karena sebagian besar program studi menggunakan bahasa Inggris dalam perkuliahannya.

Biasanya universitas akan meminta sertiifkat TOEFL dengan skor 500 hingga 550, atau IELTS skor 5,5 sampai 6. Skor TOEFL atau IELTS tersebut menjadi bukti kemampuan kalian dalam berkomunikasi bahasa Inggris level universitas. Dan tiap universitas menerapkan syarat yang berbeda-beda, tergantung juga jurusan yang diambil.

Nah agar mendapat skor TOEFL yang memuaskan, sebaiknya kalian mempersiapan diri dengan ikut TOEFL preparation yang diadakan lembaga kursus bahasa Inggris. Dengan persiapan maksimal, kemampuan bahasa Inggris kalian bisa meningkat pesat serta mendapat skor yang diinginkan.

Nah itu tadi sekilas bagaimana cara kuliah di luar negeri serta persiapan apa yang harus dilakukan. Tampaknya memang cukup ribet, tapi akan menyenangkan kalau dijalani dengan semangat tinggi. Gimana, sudah siap lanjut kuliah ke luar negeri?

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply