kursus gre surabaya

Ingin Skor GRE Tinggi? Yuk Belajar di Kursus GRE Surabaya

Kursus GRE Surabaya – Graduate Record Examination atau GRE menjadi langkah awal bagi mahasiswa yang ingin masuk sekolah Pascasarjana, terutama di Amerika Serikat. Ujian yang dikembangkan Educational Testing Services atau ETS ini berguna untuk membandingkan kemampuan mahasiswa dalam kesiapannya masuk Pascasarjana.

Tes yang berlangsung selama hampir 4 jam ini akan menguji mahasiswa dalam tiga skill, yaitu verbal reasoning, quantitative reasoning, dan analytical writing. Karena ketiga skill ini akan dilakukan mahasiswa Pascasarjana dalam keseharian mereka.

Karena itu, tidak heran kalau GRE test sangat penting dalam seleksi mahasiswa Master dan Doctoral di negara-negara berbahasa Inggris, meskipun ada persyaratan lain yang juga wajib dipenuhi mahasiswa.

Hasil tes GRE ini menjadi deteksi awal untuk menilai apakah mahasiswa tersebut berkompeten atau tidak. Kalau mahasiswa tersebut sukses GRE test, maka besar kemungkinan unversitas akan menerima dalam program Pascasarjana.

Dan sekarang GRE tidak hanya diwajibkan oleh kampus di Amerika saja, tapi sudah mulai diberlakukan juga di beberapa universitas di Inggris, Kanada, Perancis, dan Jerman. Bahkan saking banyaknya permintaan, ada lebih dari seratus negara yang meminta diadakan tes GRE.

Baca Juga  7 Kiat Memilih Lembaga Kursus IELTS Surabaya Terbaik

Format tes GRE

Tes GRE ini sebenarnya setara dengan GMAT. Hanya saja, tes GRE ini penggunaannya lebih umum. Kalau GMAT diperlukan untuk masuk sekolah Bisnis, maka GRE bisa digunakan untuk sekolah bisnis dan non bisnis seperti Teknik, Sains, Ilmu Sosial, Humaniora, maupun Pendidikan.

Selain itu, tes GRE hanya terdiri dari tiga bagian utama.

1.Verbal reasoning

Bagian verbal reasoning akan mengukur pengetahuan kosakata. Akan banyak ditemui kosakata yang sulit dan jarang didengar. Sehingga untuk sukses, mahasiswa harus memiliki banyak koleksi kosakata.

Tapi tujuan utama dari verbal reasoning adalah untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam mengenalisa tulisan serta membuat kesimpulan atas informasi yang didapatkan dari tulisan tersebut. Sesi inipun masih dibagi lagi dalam tiga bagian topik, yaitu reading comprehension, text completion, dan sentence equivalence.

Topik comprehension dirancang untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam memahami bacaan dan berbagai jenis prosa yang sering ditemui di sekolah Pascasarjana. Pada tes ini ada sekitar 10 artikel yang panjangnya sekitar satu paragraf.

Artikel yang diujikan diambil dari topik ilmiah sehari-hari, seperti Ilmu Fisika, Biologi, Ilmu Sosial, Seni, Bisnis, Humaniora, dll. Setiap artikel tadi mengharuskan kalian mampu memahami sesuai konteks.

Saat kuliah level Pascasarjana, mahasiswa tidak hanya mampu menyerap informasi dari artikel atau buku, tapi harus bisa menafsirkan dan mengambil kesimpulan dari keseluruhan isi artikel tersebut. Nah untuk kemampuan ini, mahasiswa akan dihadapkan pada tes text completion.

Kali ini kalian akan diberi kalimat pendek yang terpotong dan mengisi dengan kata yang masih berhubungan dengan artikel tadi. Agar bisa menjawab soal, kalian harus memahami artikel tersebut dengan memberi perhatian lebih pada kosakata penting.

Sedangkan pada topik sentence equivalence, kalian akan diberi sebuah kalimat pendek. Lalu kalian diminta untuk memilih salah satu dari dua kalimat yang memiliki arti sama dengan kalimat pada soal.

Intinya, keseluruhan topik pada verbal reasoning ini akan menguji kemampuan mahasiswa dalam memahami artikel berbahasa Inggris, jadi sangat penting bagi kalian untuk menguasai grammar dan memiliki koleksi kosakata sebanyak mungkin.

Total waktu yang diberikan untuk sesi verbal reasoning adalah 1 jam. Kalian akan diberikan pertanyaan yang jumlah totalnya 40 soal yang terdiri dari 20 reading comprehension, 12 text completion, dan 8 sentence equivalence. Sedangkan skor yang didapatkan antara 13 hingga 170. Artinya, skor 130 setara dengan 0.

kursus gre surabaya

2.Quantitative reasoning

Bagi kalian yang suka hitungan, sesi quantitative reasoning ini pasti menjadi favorit. Karena kalian akan menghadapi pertanyaan yang berkaitan dengan konsep Matematika dasar. Dan jangan membayangkan dengan Matematika tingkat tinggi yang biasa digunakan mahasiswa Teknik.

Soal yang diajukan menggunakan Matematika umum yang dipelajari mahasiswa Eksakta dan Sosial, sehingga tidak ada alasan untuk tidak bisa mengerjakan.

Walau begitu, setidaknya kalian harus mengulang kembali beberapa topik Matematika Dasar seperti Aritmatika Aljabar, Geometri, dan Analisis data.

Sesi ini terbagi dalam dua sesi tes, dimana pada tiap sesinya tersedia 20 soal yang harus diselesaikan dalam waktu 35 menit. Sama dengan sesi Verbal, tes quantitative ini juga akan memberikan skor pada rentang 130 hingga 170.

3.Analytical Writing Assessment

Sesi Analytical Writing Assessment atau AWA ini akan mengetahui apakah mahasiswa mampu mengungkapkan ide serta menyampaikan tanggapan dengan jelas dan beralasan. Karena keterampilan ini diperlukan mahasiswa Pascasarjana saat menulis paper atau merumuskan Thesis.

Jadi kali ini mahasiswa akan mendapatkan dua tugas terpisah. Yang pertama, kalian akan dihadapkan pada satu permasalahan lalu diminta untuk menganalisa masalah, mempertimbangkan tingkat kesulitannya, serta memberi respon. Kalian harus menyampaikan pandangan yang disertai alasan dan contoh yang jelas.

Sedangkan pada soal kedua, mahasiswa akan diberikan argumen tentang suatu permasalahan. Tugas mahasiswa adalah memberikan pandangan apak setuju atau tidak setuju disertai alasan yang logis.

Kedua tugas tersebut akan saling melengkapi. Dimana yang pertaam mahasiswa harus mampu membangun pendapatnya sendiri, dan yang kedua justru menilai pendapat orang lain.

Dan kalian menuliskan kedua tugas ini di depan komputer. Kesalahan ketik mungkin tidak terlalu menimbulkan masalah. Tapi kalau ada banyak kesalahan tata bahasa, bisa jadi akan mengurangi kualitas tulisan sekaligus menurunkan skor.

Pada sesi AWA ini, kalian diberikan waktu 30 menit untuk masing-masing esai. Sehingga total waktu yang tersedia adalah 1 jam. Adapun skor AWA berkisar 0 hingga 6. dengan nilai rata-rata adalah 3,5. Secara umum, mahasiswa dianggap memiliki kemampuan baik kalau mendapat skor lebih dari 4.

Selama bisa memberikan pendapat dengan alasan yang kuat, besar kemungkinan kalian mendapat skor sangat baik. Skor AWA ini sangat menentukan skor akhir, sehingga jangan pernah menganggap enteng sesi ini. Dengan skor AWA tinggi, peluang diterima di progam Pascasarjana sangat besar.

Skor GRE

Pada penjelasan tiap bagian tes tadi sudah disebutkan bahwa terdapat beberapa sub bagian tes. Dan hasil jawaban pada sub bagian pertama akan mempengaruhi kualitas soal sub bagian kedua.

Misalnya kalian menjawab dengan sangat baik pada sub bagian pertama, maka tingkat kesulitan sub bagian kedua akan meningkat. Dengan demikian kalian berpotensi mendapat skor tinggi.

Begitu juga kalau kalian mendapat skor rendah di sub bagian pertama, tingkat kesulitan soal sub bagian kedua akan diturunkan, sehingga kalian kehilangan kesempatan mendapat skor lebih tinggi. Untuk skor total sendiri, berkisar antara 260 hingga 340.

Mendapat skor GRE tinggi bisa menjadi pertanda kuat bahwa kalian siap menjalani perkuliahan Pascasarjana di Amerika. Tapi ingat, ada banyak faktor lain yang mempengaruhi proses penerimaan. Salah satunya adalah seberapa tinggi skor GRE yang dibutuhkan untuk masuk universitas tertentu.

Karena setiap universitas mensyaratkan skor GRE yang berbeda-beda. Sehingga ada baiknya kalian menanyakan ke pihak kampus mengenai skor GRE minimal yang diperlukan.

Mendapat skor tinggi dengan kursus GRE Surabaya

kursus gre surabaya

Tes GRE menggunakan standar akademik Amerika, makanya jangan heran kalau memiliki standar sangat tinggi dan menantang. Soal yang diberikan menjadi semakin rumit karena disampaikan dalam bahasa Inggris yang gaya bahasanya sering susah dipahami.

Bayangkan saja kalau kalian menemui bahasa asing yang sangat jarang terdengar di telinga, pasti tidak mudah kan? Karena itu, banyak mahasiswa Indonesia yang merasa verbal reasoning menjadi sesi tersulit dan quantitave resoning adalah bagian agak mudah.

Nah agar mendapat skor tinggi, tidak ada cara lain kecuali mempersiapkan diri dan berlatih semaksimal mungkin. Salah satu caranya adalah dengan membiasakan diri dengan model soal GRE. Ini akan membuat kalian lebih siap dan percaya diri saat berhadapan dengan tes GRE yang sebenarnya.

Selanjutnya kalian juga harus menemukan cara penyelesaian soal yang praktis dan cepat. Waktu pengerjaan yang tersedia sangat terbatas, sehingga menuntut tiap peserta untuk menjawab dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Misalnya saja untuk sesi quantitative reasoning yang melibatkan hitungan. Bagi yang merasa lemah dalam matematika, mulailah belajar kembali materi Matematika dasar, memahami rumusnya, lalu mencoba mengaplikasikan dalam berbagai kasus.

Selain itu, penting juga untuk tahu cara membaca grafik dan diagram dengan benar. Karena ada beberapa soal yang melibatkan analisa data dari grafik.

Dan mengingat standar soal yang sangat tinggi, ada baiknya kalian mempersiapkan diri dengan pengajar profesional. Jangan sampai waktu dan tenaga terbuang sia-sia hanya karena salah dalam mempersiapkan diri.

Salah satu tempat kursus GRE Surabaya yang telah terbukti kualitasnya adalah Westwood Preparation atau Westwood Prep. Keistimewaan tempat les GRE Surabaya di Westwood Prep terletak pada pengajar yang berpengalaman dan expert dalam soal-soal GRE.

Mereka dibekali dengan metode belajar unik, sehingga siswa mampu menguasai materi tes GRE secara maksimal. Tidak hanya teori dan banyak latihan, kalian juga diberi persiapan mental sehingga mampu mengeluarkan seluruh kemampuan pada hari tes GRE.

Baca Juga  Ingin Sukses Tes IGCSE? Yuk Belajar Di Kursus IGCSE Surabaya

Para pengajar profesional ini juga memiliki kemampuan melihat kelebihan dan kelemahan siswa. Misalnya saja ada siswa yang sangat kuat dalam quantitative tapi lemah dalam verbal reasoning. Maka pengajar akan berusaha lebih menajamkan lagi skill matematika dan melatihnya dengan studi kasus.

Di saat yang sama, siswa juga akan diasah kemampuan verbal reasoning, terutama dalam hal memahami teks berbahasa Inggris dengan cepat. Tidak hanya mengetahui kata per kata, tapi bagaimana memahami pertanyaan verbal, menguraikan ide utama, serta menafsirkan bagian detail yang rumit.

Walau kalian akan dihadapkan dengan artikel yang cukup panjang, seringkali jawaban ada di pendahuluan dan kesimpulan. Karena itu, siswa disarankan untuk membaca kedua bagian itu terlebih dulu.

Lalu untuk memahami maksud paragraf dengan lebih cepat, siswa diarahkan untuk menemukan kata kunci dan memahami artikel sesuai konteks. Dan untuk mempermudah memahami, bacalah kalimat sebelum dan setelahnya. Nah cara tersebut akan membuat kalian lebih mudah memahami maksud penulis.

Lalu jangan lupa juga untuk mengerjakan yang paling mudah terlebih dulu. Kalau kalian memerlukan waktu lebih lama pada sebuah topik, lewati dulu bagian tersebut dan kalian bisa mengerjakan setelah menyelesaikan bagian lainnya.

Bagian verbal reasoning memang tampak rumit, karena kita akan berhadapan dengan bahasa Inggris level universitas yang biasa digunakan penutur asli. Tapi dengan bantuan pengajar profesional, sesuatu yang rumit tadi akan diurai menjadi lebih mudah dimengerti.

Intinya, mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap siswa ini sangat penting. Hal ini menjadi patokan dalam memberikan strategi belajar yang tepat dan membuat siswa berpeluang mendapat skor maksimal.

Nah untuk mengenal lebih dalam mengenai kursus GRE Surabaya dan metode belajar yang tepat, kalian bisa berkunjung langsung ke kursus GRE Surabaya Westwood Prep di Plaza Graha Famili Blok D-26, Jl. Mayjen Yono Suwoyo, Surabaya atau hubungi contact center 0811-123-0051. Selamat belajar dan semoga sukses ya!

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *