Perbedaan S1, S2, S3

Ini Dia 7 Perbedaan S1, S2, dan S3

Perbedaan S1, S2, S3 – Pada tahun 90-an, kebanyakan orang sudah merasa sangat beruntung dan bangga bisa menyelesaikan pendidikan hingga level S1. Dengan modal S1 saja, mereka bisa menatap masa depan dengan lebih cerah. Tidak banyak yang bermimpi kuliah S2. Biasanya hanya mahasiswa terbaik dan mendapat beasiswa sajalah yang lanjut ke tingkat S2.

Itupun mereka sudah diproyeksikan oleh universitas untuk menjadi Dosen. Sedangkan dosen yang gelarnya hingga S3 juga jumlahnya sangat sedikit.

Baca juga ” Apa Itu Ausbildung, Cara Mendaftar, dan Manfaat Yang Didapat “

Tapi sekarang ini kita bisa biasa melihat anak-anak muda yang langsung lanjut S2 dan S3, setelah selesai S1. Karena itu tidak heran kalau banyak yang sudah memperoleh Doctor atau lulus S3 saat usianya belum genap 30 tahun.

Singkat kata, perkembangan zaman membuat standar gelar akademik meningkat pula. Misalnya saja zaman dulu dengan gelar S1 atau S2 saja sudah bisa menjadi dosen. Tapi sekarang ini karir seorang Dosen baru dimulai saat mereka memgang ijazan S3 di tangan.

Begitu juga dengan kompetisi mendapatkan pekerjaan. Dengan makin banyaknya lulusan S2 dan S3, otomatis kita akan kesulitan kalau hanya mengandalkan S1 saja. Nah mungkin ada di antara kita yang penasaran apa sih perbedaan S1, S2, S3. Yuk ikuti ulasannya berikut ini.

1.Tujuan perkuliahan

Pendidikan level S1 lebih bertujuan mengenalkan cara berfikir sistematis dan menerapkannya dalam berbagi persoalan yang berhubungan dengan jurusan yang diambil. Minimal lulusan S1 bisa memecahkan masalah pada hal-hal yang pernah diajarkan.

Walaupun begitu, mereka bisa bisa mengembangkannya secara otodidak untuk memecahkan masalah yang lebih luas lagi. Misalnya saja mahasiswa yang belajar di jurusan Teknik Elektro akan diajarkan dasar teori dan praktikum Elektro.

Tapi dia bisa mengembangkan sendiri teori tersebut, misalnya untuk membuat ataupun memperbaiki berbagai peralatan Elektro. Walaupun skill tersebut belum tentu diajarkan di bangku kuliah, akan lebih baik kalau mahasiswa tersebut bisa mengembangkan skill secara otodidak.

Sedangkan program S2 bertujuan untuk lebih mempelajari suatu disiplin ilmu secara lebih mendalam. Dengan kata lain, lulusan S2 diharapkan menguasai state of art dari ilmu tersebut.

Baca Juga  Ucapan Selamat Wisuda Bahasa Inggris dan Indonesia

Atau ada juga beberapa program S2 yang ditujukan sebagai lanjutan S1 dan bertujuan mendapat lisensi untuk mempraktekkan keahliannya tersebut.

Misalnya ada program S2 atau profesi pada jurusan Farmasi, Psikologi, Ilmu Hukum, dll. Jadi di sinilah perbedaan S1 dan S2, dimana S1 cenderang umum atau general,adapun S2 lebih bersifat spesialis.

Sedangkan S3 biasanya dimaksudkan untuk menghasilkan orang yang memiliki kemampuan riset atau meneliti dan menemukan sesuatu yang baru. Makanya program ini biasanya paling banyak diikuti Dosen atau Peneliti.

Dengan gelar S3 yang dimiliki, sang Dosen atau Peneliti tersebut akan memiliki banyak kemudahan, dibanding mereka yang “hanya” lulusan S2.

Beda dengan negara yang industrinya sudah mapan, ada banyak profesional yang kuliah sampai S3. Karena perusahaan tempat mereka bekerja memiliki divisi riset dan menuntut karyawannya mampu mengembangkan cara kerja atau produk baru.

2.Program studi yang ditawarkan

Diantara 3 level kuliah tersebut, sudah pasti jenjang S1 menawarkan program studi yang paling bervariasi. Dalam satu jurusan saja sudah biasa terdapat 3 atau 4 program studi. Adapun program Pascasarjana, baik S2 atau S3 hanya menawarkan program studi tertentu saja.

Bahkan program S2 biasanya menawarkan topik yang sangat spesifik. Misalnya saja ada program S2 Ilmu Kedokteran Tropis, S2 Manajemen Bencana, S2 Matematika Aktuaria, S2 Ketahanan Nasional, S2 Kajian Budaya dan Media, dan topik-topik spesifik lainnya.

Saat memilih program Pascasarjana, pastikan kalian memilih program studi yang benar-benar diminati. Karena kalian hanya akan mendalami satu topik yang dipelajari secara detail.

Perbedaan S1, S2, S3

3.Jumlah SKS

Perbedaan S1, S2, S3 lainnya terletak pada jumlah SKS atau Satuan Kredit Semester yang harus diselesaikan. SKS merupakan beban kuliah yang harus dijalani dalam satu minggu. Umumnya 1 SKS bisa diartikan dengan 1 jam perkuliahan ditambah dengan minimal 1 jam tugas yang diberi Dosen pengampu.

Mengacu pada beberapa universitas di Indonesia, program S1 umumnya memiliki beban studi 144 hingga 160 SKS. Dengan jumlah SKS tersebut, mahasiswa diharapkan bisa menyelesaikan program S1 dalam waktu 8 semester atau 4 tahun, maksimal 14 semester.

Baca Juga  Contoh Kalimat Simple Past Tense Positif Negatif dan Tanya

Sedangkan untuk S2 dan S3, ada penjelasan dari DIKTI agar program Pascasarjana memberikan beban pada mahasiswa sebanyak 72 SKS. Yang unik, DIKTI juga menekankan kemampuan penelitian dan penulisan ilmiah bagi mahasiswa Pascasarjana.

Makanya tidak heran kalau dari 72 SKS tadi, beban kuliah untuk S2 hanya 32 SKS dan untuk S3 12 SKS. Karena memang sebagian besar SKS digunakan dalam kegiatan seminar, riset, karya ilmiah, serta penulisan thesis dan disertasi.

4.Pola pikir

Perbedaan S1, S2, S3 jenjangnya juga akan menghasilkan lulusan yang berbeda pola pikirnya. Lulusan S1 akan memiliki pola pikir taktis. Sehingga di lapangan kerja mereka biasanya ditempatkan di posisi-posisi yang lebih taktis dan praktis.

Sedangkan lulusan S2 lain lagi. Mereka diharapkan bisa berfikir hal-hal yang strategis dan jauh ke depan. Makanya tidak heran kalau di dunia kerja mereka akan ditempatkan di bagian yang berhubungan dengan perencanaan dan strategi.

Seorang Doktor lulusan S3 dituntut bisa berpikir lebih jauh lagi. Mereka diharapkan bisa menemukan masalah baru yang bisa jadi tidak dilihat sebagai masalah oleh orang lain. Setelah itu, mereka melakukan riset dan menemukan solusi baru atas masalah tersebut.

5.Metode perkuliahan

Saat menjalani kuliah S1, mahasiswa akan banyak menghabiskan waktu kuliah di dalam kelas. Sedangkan S2 pertemuan di dalam kelas lebih sedikit lagi. Mahasiswa S2 lebih banyak melakukan aktivitas konsultasi dengan dosen dan riset.

Nah Berbeda dengan S1 dan S2, perkuliahan mahasiswa S3 benar-benar tidak dilakukan di dalam kelas, kecuali untuk sedikit mata kuliah saja. Mereka tidak bergantung pada pengajaran dan bimbingan yang diberikan Dosen. Intinya, tidak mudah lho menjalani pendidikan S3 itu.

Karena metode pembelajaran S3 memang riset mandiri. Mahasiswa S3 akan berjuang untuk menemukan pengetahuan baru. Dan ini didapatkan melalui hipotesa dan riset yang kebenarannya terbukti secara ilmiah.

Karena itu, sebenarnya mahasiswa S3 bukan “belajar metode” lagi, tapi berusaha menemukan metode baru yang lebih baik dari metode sebelumnya.

Baca Juga  Rumus, Fungsi Dan Contoh Kalimat Present Continuous

6.Syarat lulus

Untuk lulus Sarjana, mahasiswa harus mengerjakan tugas akhir berupa skripsi terlebih dulu. Riset yang dilakukan pada skripsi tidak harus benar-benar baru. Makanya jangan heran kalau ada topik skripsi yang mirip satu dengan lainnya.

Yang penting, mahasiswa bisa menjelaskan fenomena atau permasalahan tersebut berdasar teori yang didapat di bangku kuliah. Lalu mahasiswa bisa menuliskan pada karya tulis yang kemudian diujikan di hadapan Dosen penguji.

Sedangkan untuk lulus program Master atau S2, kalian harus menyelesaikan karya tulis yang bernama thesis. Di sini mahasiswa dituntut mengembangkan teori pada suatu topik dan menuliskan thesis dengan bobot lebih berkualitas dibanding skripsi.

Nah sebagai syarat lulus S3, tugas mahasiswa bukanlah menguji kebenaran teori atau mengaplikasikan teori dalam penyelesaian masalah. Tapi membuat terobosan teori atau metode yang baru dan menuliskannya dalam disertasi.

7.Lowongan kerja

Perbedaan S1, S2, S3 yang berkaitan dengan lowongan kerja. Kalau kita mengamati berbagai lowongan kerja di Indonesia, persyaratan tingkat pendidikan mirip piramida. Dimana sebagian besar perusahaan akan mensyaratkan S1 sebagai syarat minimalnya. Hanya sebagian kecil saja yang mensyaratkan S2 dan sangat jarang membutuhkan S3.

Walau begitu, tentu saja lulusan S2 bisa saja mendaftar ke lowongan S1. Masalahnya apakah lulusan S2 tersebut bersedia digaji dengan gaji level S1? Tapi secara umum memiliki ijazah S2 akan memperbesar peluang memenangkan persaingan. Perusahaan juga akan diuntungkan dengan skill yang dimiliki lulusan Master.

Sedangkan untuk lulusan S3, peluang mereka sangat besar untuk memasuki karir sebagai Dosen dan Peneliti. Tidak banyak perusahaan Indonesia yang membuka lowongan untuk S3.

Tapi kalau mereka mau berkarir di luar negeri, ternyata ada banyak perusahaan multinasional yang terbuka untuk lulusan S3. Terlebih kalau disertasinya berhubungan dengan produk yang dihasilkan prusahaan tersebut.

Nah demikian tadi 7 perbedaan S1, S2, S3. Tidak bisa dipungkiri bahwa tingkat pendidikan yang lebih tinggi memang memerlukan perjuangan, tapi kalian akan mendapat penghargaan yang lebih tinggi pula. Gimana? Tertarik lanjut kuliah ke level yang lebih tinggi?

(Visited 29 times, 1 visits today)

Leave a Reply