Sejarah Negara Jerman, Dari Terpecah Hingga Bersatu Kembali

Sejarah Negara Jerman – Jerman merupakan salah satu negara terpopuler yang berada di Eropa Tengah. Lokasi yang sangat strategis serta kemajuan ekonomi menjadikan Jerman memiliki pengaruh kuat di seluruh dunia. Jerman berbatasan langsung dengan sembilan negara Eropa lainnya.

Di sebelah timur berbatasan dengan Republik Ceko dan Polandia, di barat dengan Belanda, Belgia, Luksemburg, dan Perancis, Denmark di sebelah utara serta Austria dan Swiss di sebelah selatan. Lokasi yang strategis menjadikan perdagangan antar negara Eropa harus melewati Jerman.

Begitu juga dalah hal ekonomi. Mereka menjadi salah satu negara terkuat dunia dalam bidang ekonomi. Buktinya, tingkat pengangguran di Jerman bisa dikatakan sebagai salah satu yang terendah. Jerman juga menjadi negara pengekspor barang-barang berteknologi tinggi seperti otomotif, telekomunikasi, mesin, dll.

Bahkan saat banyak negara Eropa goyah akibat krisis ekonomi, Jerman tetap memiliki ekonomi stabil dan mampu melewati krisis tanpa guncangan yang berarti. Namun ternyata profil Jerman sebagai negara maju ini tidak didapat dengan instan.

Bisa dikatakan kemapanan Jerman baru dirasakan dalam 30 tahun terakhir ini saja. Sebelumnya mereka harus melalui ratusan tahun sejarah negara Jerman yang penuh liku dan gejolak.

Nah kalau bicara sejarah negara Jerman, kita harus kembali lagi ke akhir abad 18 saat perdana menteri Prusia, yaitu Otto von Bismarck mendirikan kekaisaran Jerman dengan cara mempersatukan kerajaan-kerajaan kecil berbahasa Jerman.

Otto von Bismarck yang diangkat pada tahun 1862 memang berambisi menjadikan Prusia sebagai negara adidaya di kawasan tersebut. Dan untuk mewujudkan impiannya ini memang tidak mudah, karena Prusia harus berhadapan dengan negara kuat lainnya, seperti Perancis dan Austria.

Setelah melalui perang dan pergolakan melawan Denmark, Perancis, dan Austria sejak tahun 1864, kekaisaran Jerman akhirnya berhasil terbentuk pada tahun 1871. Sebagai kaisar pertama, diangkatlah Wilhelm 1 dalam sebuah upacara yang diadakan di istana Versailles Perancis.

Baca Juga  Ciri Khas Negara Jerman Yang Tercermin di Kehidupan Warganya

Lalu kenapa pengangkatan kaisar justru diadakan di Perancis? Karena saat itu Perancis saat itu merupakan salah satu lawan utama Prusia. Dengan kekalahan Perancis pada perang Perancis-Prusia, maka pengangkatan kaisarpun bisa dilakukan di Perancis.

Hal ini jelas menjadi kehinaan besar bagi Perancis. Mereka tidak bisa berbuat apapun saat ibukota dikuasai pasukan Prusia. Dengan berakhirnya perang Perancis-Prusia, maka terjadilah perubahan peta politik di Eropa dimana lahir negara adidaya baru, yaitu kekaisaran Jerman.

Adapun Republik Perancis sendiri kalah dan kondisi dalam negerinya berubah menjadi kacau balau. Sejak menjadi negara adidaya, kekaisaran Jerman dengan cepat melebarkan kekuasaannya hingga Asia, Afrika, dan Pasifik.

Selain itu, kemampuan diplomasi Otto von Bismarck yang saat itu menjabat kanselir mampu membawa stabilitas dan perdamaian di seluruh Eropa. Tapi Perang Dunia 1 merubah wajah kekaisaran Jerman. Perang yang berakhir dengan kekalahan bagi Jerman ini mengakibatkan kekacauan di berbagai bidang.

Pada akhirnya kekaisaran Jerman kehilangan banyak wilayah dan daerah jajahan. Mereka kehilangan sebagian wilayah di Jerman, Alsace-Lorraine dan masih bayak lagi. Di dalam negeri sendiri terjadi makar yang didalangi militer serta beberapa kelompok milisi.

Dalam suasana penuh kekisruhan tersebut, muncullah ide untuk menyelenggarakan pemilihan umum. Ujung dari semua kekacauan berakibat pada bubarnya kekaisaran Jerman dan pada tahun 1919 diganti dengan Republik Weimar.

Walau menjadi pemilu demokratis yang pertama kali diadakan di Jerman, tapi pemilu tersebut juga tidak lepas dari berbagai konflik.

Tapi Republik Weimar juga tidak berumur panjang. Konflik antar partai politik, krisis ekonomi, serta banyaknya pengangguran menyebabkan terjadinya perang saudara. Sebagai dampak lanjutan dari Perang Dunia 1, Jerman juga masih harus membayar biaya reparasi perang.

Di bawah krisis ekonomi yang sangat parah, diadakanlah pemilu pada tahun 1930 yang memberikan hasil mengejutkan. Partai NSDAP yang dipimpin Adolf Hitler yang tidak diunggulkan menjadi pemenang kedua dengan perolehan suara sebanyak 18,3%.

Baca Juga  Kursus Bahasa Jerman Di Bandung Paling Favorit

Walau bukan menjadi pemenang, hasil pemilu ini jelas menunjukkan kekuatan Hitler dalam parlemen. Partai NSADP memiliki kontrol yang tinggi terhadap parlemen dengan melakukan penentangan pada pemerintah Weimar.

Sebagai akibat dari kegagalan pemerintah Weimar, maka Presiden Paul von Hindenburg mengangkat Adolf Hitler sebagai Kanselir Jerman pada tanggal 30 Januari 1933. Pengangkatan ini jelas memberikan angin segar bagi partai NSADP, Hitler, dan faham fasismenya.

Dalam waktu singkat, Hitler mendapat kekuasaan hampir tanpa batas. Pada 24 Maret 1933, parlemen Jerman yang sudah dikontrol penuh oleh Hitler mengeluarkan undang-undang yang dikenal dengan istilah Ermächtigungsgesetz.

Singkatnya, undang-undang ini intinya berisi penyerahan kekuasaan eksekutf dan legislatif di tangan Hitler seorang. Dengan ini, praktis Jerman berada dalam kekuasaan yang otoriter.

Bahkan untuk memperkuat persenjataan, banyak industri dan perusahaan swasta yang direvitalisasi hanya untuk memenuhi kebutuhan militer Jerman.

Masa kekuasaan Adolf Hitler

Setelah presiden Paul von Hindenburg meninggal pada 2 Agustus 1934, Hitler secara otomatis menjadi kepala negara sekaligus kepala pemerintahan Jerman. Untuk memperkuat kekuasaannya, Hitler tidak segan-segan menghabisi semua lawan-lawan politiknya.

Referendum Nasional pada tanggal 19 Agustus 1934 secara resmi mengangkat Adolf Hitler sebagai Fuhrer atau satu-satunya pemimpin mutlak Jerman. Mulai saat itu, hukum tertinggi di Jerman adalah perkataan Hitler. Seluruh lembaga negara bekerja bukan untuk saling berkoordinasi, tapi agar bisa melanggengkan kekuasaan Hitler.

Rezim Nazi juga mengontrol ketat media, surat kabar, dan penerbitan buku. Pemerintah melarang semua media yang mengkritik pemerintah Hitler. Selain itu, pemerintah Nazi juga membuat berbagai propaganda yang mendukung kekuasaannya. Film dan radio menjadi corong utama Nazi.

Tapi hebatnya, kekuasaan otoriter ini mampu mengentaskan Jerman dari krisis ekonomi kelas berat. Ekonomi stabil kembali, jumlah pengangguran menurun, serta banyak dibangun jalan raya dan fasilitas umum lainnya. Keberhasilan ekonomi ini membuat rezim Hitler semakin di atas angin.

Baca Juga  Mau Kuliah ke Jerman? Yuk Ikuti Dulu Virtu Education Review

Tapi rezim Nazi menimbulkan masalah baru bagi benua Eropa. Hal ini tidak lain karena Hitler melakukan invasi ke negara-negara tetangga yang pada akhirnya memicu pecahnya Perang Dunia II. Meskipun awalnya berhasil menguasai sebagian Eropa, pada akhirnya Perang Dunia II membawa kejatuhan bagi Jerman.

Mereka harus melawan pasukan sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Uni Soviet, dan Perancis. Masuknya Amerika Serikat dan Uni Soviet memberi kekuatan besar pada sekutu dan menyebabkan tentara Jerman dipukul mundur.

Hitler sendiri berakhir dengan bunuh diri pada bulan April 1945 dan meninggalkan Jerman dalam kekalahan. Setelah Perang Dunia II, Jerman mengalami kehancuran yang nyata. Kota di Jerman hancur berkeping-keping, ekonomi dan industri juga lumpuh. Selain itu, ada jutaan warga meninggal sebagai korban perang.

Pada tahun 1949, Jerman terpecah dua menjadi Jerman Timur dan Jerman Barat. Kedua negara yang dipisahkan Tembok Berlin ini memiliki ideologi yang bertolak belakang. Jerman Barat lebih dekat dengan Amerika, sedangkan Jerman Timur bersahabat dengan Uni Soviet dan cenderung komunis.

Pembagian Jerman Barat dan Timur ini membuat warga tidak bisa saling menginjungi saudaranya yang terpisah. Rakyat sebenarnya ingin bersatu, tapi keadaan politik membuat keinginan ini sulit tercapai. Tapi runtuhnya Uni Soviet dan robohnya Tebok Berlin menandai berakhirnya pemerintah Komunis di Jerman Timur.

Setelah terpisah selama 40 tahun, akhirnya Jerman Barat dan Jerman Timur bersatu kembali pada 3 Oktober 1990. Penyatuan ini membawa banyak kebaikan bagi Jerman. Mereka tambah kuat dalam bebagai bidang. Sekarang Jerman merupakan pemimpin Uni Eropa dan memberi pengaruh sangat besar di dunia.

Nah demikian tadi sekilas sejarah negara Jerman yang penuh liku. Semoga ulasan ini bermanfaat dan menambah wawasan mengenai negara Jerman.

(Visited 36 times, 1 visits today)

Leave a Reply