Strategi Pemasaran

Memilih Strategi Pemasaran yang Efektif dan Efisien

Strategi Pemasaran – Ada satu tahapan yang tidak boleh terlewatkan sama sekali saat membuat bisnis. Apapun jenis bisnisnya, mau itu café, kopi, pakaian, atau sepatu, kamu tidak bisa hanya mengandalkan semangat dan modal yang kamu miliki. Bila kamu berjalan seadanya, maka bisa ditebak bisnis kamu akan mati kurang dari satu tahun. Mau itu terjadi? Tentu saja tidak.

Lalu tahapan apa yang tidak boleh terlewatkan?

Menentukan strategi pemasaran yang tepat adalah kunci dari keberlangsungan sebuah bisnis. Tanpa adanya proses pemasaran, bisnis kamu akan sulit untuk berkembang sehingga omzet akan tertahan pada angka yang itu-itu saja. Intinya, strategi pemasaran membantu untuk mendatangkan lebih banyak konsumen agar bisnis kamu terus berjalan.

Baca juga : Kursus Digital Marketing: Pengertian, Jenis dan Skill

Tahapan ini sangat penting untuk dilakukan bagi para pemilik bisnis. Waktu yang diperlukan juga tidak sebentar dan dibutuhkan berbagai riset agar strategi yang dilakukan menjadi valid dijalankan. Sebelum membahas strategi pemasaran lebih lanjut, ada baiknya kamu mengetahui apa itu konsep pemasaran.

Apa itu Pemasaran

Pengerti pemasaran adalah sebuah upaya mengenalkan suatu produk atau jasa untuk menjangkau target pasar yang sesuai agar menjadi konsumen yang loyal. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pemasaran memiliki peran penting untuk sebuah bisnis karena dapat menentukan nilai ekonomi suatu produk atau jasa yang dibuatnya.

Selain pengertian di atas, konsep pemasaran juga sudah banyak dibahas oleh para ahli. Namun pada intinya, mempunyai maksud dan tujuan yang sama yaitu meciptakan sebuah nilai terhadap bisnis dan produk kamu, termasuk juga jasa. Pada umumnya ada 3 faktor yang menentukan nilai jasa atau produk:

1. Produksi

Kamu harus mengetahui secara rinci berapa biaya produksi yang dikeluarkan untuk setiap produk. Nantinya ini akan menjadi nilai dasar dari barang atau jasa tersebut sebelum akhirnya dipasarkan dengan harga yang sudah ditetapkan.

2. Pemasaran

Untuk point ada dua kategori lagi untuk dibedah. Untuk membuatnya singkat, biaya pemasaran suatu produk akan masuk sebagai pertimbangan saat kamu menentukan harga sebuah barang. Selain itu, cara kamu memasarkannya juga bisa memberikan nilai tambah bagi produk tersebut. Sebagai contoh, beberapa brand melabeli produknya dengan embel-embel premium untuk meningkatkan nilai jualnya.

3. Permintaan

Prinsip dasar ekonomi adalah penawaran dan permintaan. Bila permintaan tinggi maka harganya bisa melambung jauh. Sebaliknya bila tidak ada pemintaan, maka harga suatu produk bisa jatuh. Saat kamu bisa mengendalikan konsumen kamu, maka kamu bisa mengatur harga sesuai dengan yang kamu inginkan. Tentunya pertimbangan yang sangat matang dibutuhkan.

Pentingnya Strategi Pemasaran untuk Bisnis Kamu

Taukah kamu kenapa Apple bisa memiliki komunitas yang besar dan produknya selalu ditunggu-tunggu oleh penggemarnya? Itu karena mereka memiliki strategi pemasaran yang baik dan target yang jelas.

Melalui tahapan pembuatan strategi pemasaran, kamu akan membedah bisnis kamu secara lebih dalam. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan riset pemasaran mengenai bisnis kamu dan target pasar yang dituju.

Dari hasil riset tersebut kamu akan memiliki data penting untuk diolah menjadi sebuah insight atau wawasan yang dapat membantu dalam memasarkan produkmu kelak. Apa saja data yang berguna bagi bisnis kamu?

1. Mengetahui Demografi Target Pasar

Demografi adalah data yang mencangkup usia, jenis kelamin, umur, bahasa, dan lainnya. Data ini akan sangat membantumu untuk menentukan cara kamu bercerita saat memasarkan produk yang kamu miliki. Kamu juga pasti bahwa setiap generasi memiliki preferensinya masing-masing. Bila kamu sudah memiliki data-datanya, kamu dapat melanjutkan ke langkah selanjutnya.

2. Mengetahui Perilaku Target Pasar

Behaviour atau perilaku disini adalah data yang mencangkup minat dan hobi. Dengan data tersebut kamu akan menemukan pola dari target pasar yang kamu tuju. Kamu tau apa saja yang menjadi minat dan hobi mereka sehingga dapat diolah menjadi konten dalam pemasaran nantinya.

Setelah kalian memiliki data dari riset pemasaran, ini waktunya menentukan strategi yang tepat. Bila data yang kamu miliki tidak diolah dengan strategi yang baik, maka hasilnya tidak akan maksimal dan uang yang kamu keluarkan untuk pemasaran akan hangus sia-sia.

Baca Juga  Apa itu Copywriting dan Tips Membuat Copywriting Menarik

Menentukan Strategi Pemasaran yang Tepat

Strategi yang tepat akan menguntungkan bisnismu dalam banyak hal, termasuk efektivitas pemasaran dan biaya yang dikeluarkan. Kamu akan dihadapkan dengan berbagai pilihan strategi pemasaran dari data yang kamu dapatkan. Sekian cara tersebut harus dipilih kembali dengan memperhatikan kedua poin di atas.

Strategi Pemasaran

Saat ini ada dua cara yang bisa kamu gunakan, yaitu strategi pemasaran konvensional dan strategi pemasaran online. Salah satu contoh yang konvensional adalah melalui iklan di tv, baliho di jalan besar, atau dengan pamflet yang kamu sebar di tempat ramai. Cara ini belum ditinggalkan dan masih banyak bisnis yang menggunakan strategi pemasaran tersebut.

Pertanyaanya adalah, apakah cara konvensional masih relevan dan efektif digunakan? Bagaimana dengan biayanya?

Sampai saat ini pemasaran konvensional yang sudah disebutkan sebelumnya masih relevan dan cukup efektif dalam menarik perhatian orang-orang. Mungkin kamu ingat salah satu iklan baliho Gojek yang sempat viral. Sayangnya, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit untuk menyewa baliho bagi UMKM dan bisnis yang baru berjalan.

Bagaimana dengan pamflet? Kan banyak orang yang bisa dikasih pasti sukses deh. Seberapa yakin kamu bahwa orang tersebut akan membacanya? Bila kamu beruntung pamflet tersebut akan disimpan, atau hanya akan terbuang begitu saja dan terlupakan. Bayangkan saja uang yang kamu gunakan untuk mencetak pamflet hanya berakhir di jalanan atau tempat sampah. Menyedihkan sekali bukan?

Permasalahan lain dari pamflet adalah kamu menyebarnya secara acak tanpa mengetahui minat dari orang yang kamu berikan. Apakah mereka butuh produk kamu? Apakah mereka masuk dalam target kamu? Belum tentu.

Nah semua permasalahan dari cara konvensional dapat dijawab oleh strategi pemasaran online loh. Faktanya, cara ini dapat membantumu untuk melakukan pemasaran secara efektif dan efisien. Bahkan kamu bisa memulainya secara gratis tanpa modal tidak seperti menyewa baliho atau mencetak pamflet.

Perlunya Strategi Pemasaran Online

Taukah kamu ada lebih dari 160 juta orang pengguna media sosial di Indonesia? Angka tersebut juga terus bertambah seiring berjalannya waktu dan meningkatnya penggunaan internet di Indonesia.

Apa arti dari angka tersebut?

Artinya sebanyak itu pula orang yang bisa kamu jangkau dengan pemasaran online yang juga sering kita anggap borderless atau tanpa sekat. Maka dari itu pemasaran online wajib dikuasai oleh para pebisnis dan UMKM untuk meningkatkan bisnis mereka secara efektif. Banyak sekali platform yang bisa kamu gunakan untuk menjangkau calon konsumen yang kamu inginkan, seperti Google, Facebook, Twitter, Instagram, Whatsapp, dan media sosial lainnya.

Mari kita pelajari kelebihan dari platform online tersebut untuk pemasaran online.

1. Mudah Dipelajari

Mungkin banyak dari kamu yang belum pernah menggunakannya. Tapi percayalah bahwa platform online tidak sulit untuk dipelajari. Sudah banyak tulisan yang mengulas mengenai platform tersebut dan bagaimana cara menggunakannya. Bahkan, setiap platform tersebut umumnya memiliki tutorial yang dapat kamu pelajari dengan mudah.

2. Target yang Jelas dan Terukur

Berbeda dengan baliho, platform online menyediakan data yang bisa kamu pelajari untuk meningkatkan strategi kamu. Kamu dapat membaca dan menganalisa orang-orang yang mengikuti akun kamu dan menggunakannya sebagai acuan dalam membuat konten. Dengan fitur tersebut, riset pemasaran menjadi lebih mudah bukan?

Tidak berhenti disitu saja, platform tersebut juga menyediakan layanan iklan untuk menjangkau orang lebih banyak sesuai dengan target yang bisa kamu pilih. Menariknya kamu bisa memilih orang yang kamu jangkau sesuai dengan umur, jenis kelamin, minat, hobi, dan banyak pilihan lainnya. Berbeda dengan baliho yang diam secara statis menunggu orang lewat untuk membacanya.

Bila kamu masih bingung, platform tersebut bisa membantumu untuk membuat target secara otomatis loh. Sayangnya itu tidak disarankan. Mengapa? Karena nantinya kamu akan bergantung dengan pengaturan tersebut padahal kamu bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Jadi usahakan untuk melakukan riset iklan sampai menemukan hasil yang paling efektif dan biayanya murah.

Selama iklannya berjalan, kamu juga mendapatkan laporan secara real-time yang dapat dibaca sewaktu kamu membutuhkannya untuk dipresentasikan. Laporan tersebut pastinya membantu kamu untuk memperbaiki iklan yang kamu buat dan meningkatkan konten di platform tersebut sesuai dengan hasil yang ada. Berikut beberapa isi laporan yang akan kamu dapatkan
– Impression
Impression adalah seberapa banyak konten kamu tampil di beranda user, entah itu diklik ataupun tidak.
– Reach
Reach adalah jumlah orang yang dijangkau oleh konten kamu. Biasanya jumlahnya lebih sedikit dari impression karena konten yang kamu buat bisa muncul berkali-kali pada orang yang sama.
– Engagement
Engagement merupakan jumlah interaksi yang terjadi pada konten kamu, termasuk jumlah like, comment, dan saved.
– Cost atau Biaya

Baca Juga  7 Online Video Editor Yang Bisa Diakses Gratis

Data ini akan memperlihatkan biaya yang sudah kamu keluarkan selama iklan berjalan. Umumnya akan ada dua jenis cost, yaitu total cost dan cost-per-clik atau cost-per-view. Total cost adalah jumlah semua biaya yang sudah keluar, sedangkan cost-per-clik atau cost-per-view adalah biaya yang dikeluarkan saat orang melihat iklanmu atau berinteraksi dengannya.
Dari sini apakah kamu sudah paham kelebihan dari platform untuk strategi pemasaran online?

3. Biaya yang Lebih Murah

Perlu diketahui ada biaya yang perlu kamu anggarkan untuk memaksimalkan platform online yang kamu gunakan agar strategi pemasaran berjalan dengan baik. Sebenarnya, membuat akun di media sosial seperti Facebook dan Instagram itu gratis, tapi untuk menggunakan layanan iklan harus menguras kantongmu. Tenang saja, semuanya bisa disesuaikan dengan keuangan bisnismu saat ini.

Menggunakan Strategi Pemasaran Online dengan Efektif

Saat awal-awal membuat strategi harus ada target utama untuk dicapai. Kita sama-sama paham bahwa tujuan dari berbisnis adalah mendapatkan untung, tentunya melalui proses yang tidak sebentar. Secara perlahan kamu harus menentukan misi secara bertahap agar kamu fokus saat menjalankan strategi pemasaran. Berikut berbagai cara menggunakan strategi pemasaran online dengan efektif.

1. Buatlah Tujuan dan Anggaran yang Jelas

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyusun tujuan beserta dengan anggarannya. Biasanya setiap bisnis memiliki fokus yang berbeda. Beberapa tujuan dari pemasaran online adalah, meningkatkan brand awareness, conversion, atau revenue. Semuanya merupakan satu kesatuan dalam konsep yang kita kenal sebagai sales funnel, dan alangkah baiknya dijalankan secara bertahap.

Setelah itu, waktunya menyusun anggaran. Walaupun membuat akun di media sosial itu gratis, tetapi akan lebih baik bila kamu menggunakan layanan iklan sejak awal. Fitur ini dapat membantumu untuk menjangkau orang lebih cepat dan lebih banyak.
Ada beberapa perhitungan yang dipakai dalam menentukan biaya iklan, salah satunya pay-per-click. Singkatnya, kamu hanya dikenakan biaya apabila ada orang yang klik iklan yang kamu buat. Karenanya kamu tidak perlu khawatir dan dapat mengatur anggaran kamu secara efisien.

Sebagai peringatan, iklan yang kamu buat pertama kali mungkin akan memberikan hasil yang mengecewakan dan tidak sesuai dari harapan. Itu wajar terjadi karena kamu membutuhkan waktu untuk mengatur iklanmu secara baik sampai menemukan yang paling tepat dengan membaca data yang disajikan. Karena itu, selalu anggarkan dana lebih untuk riset pemasaran online.

2. Fokus Pada Satu Platform

Tidak ada salahnya untuk membuat akun di semua platform. Hanya saja, akan sangat sulit untuk menguasai semuanya dengan waktu dan tenaga yang terbatas, apalagi bila kamu adalah UKM yang baru saja berdiri.
Kuncinya adalah kuasa satu platform media sosial sebagai kanal utama. Bagaimana dengan yang lainnya? Kamu bisa mirroring konten atau mengunggah konten yang serupa hanya agar terlihat aktif di media tersebut.

Setiap platform memiliki user dan cara penanganan yang berbeda. Misalnya Instagram, maka kamu fokus untuk membuat konten visual yang baik, entah itu foto maupun infografis. Untuk pengguna Facebook biasanya mereka suka storytelling yang tidak terlalu panjang dan mengikuti isu yang sedang tren. Berbeda lagi dengan blog yang harus diisi dengan tulisan menarik yang dapat menjawab kebutuhan sang pembaca.

Setelah kamu menguasai satu platform, kamu bisa mencoba platform lain untuk meningkatan efektifias pemasaran kamu secara online. Sesuai dengan konsep pemasaran, kamu harus bisa mendatangkan lebih banyak orang untuk menjadi konsumen loyal produk yang kamu miliki.

Baca Juga  Cara Membuat Blog Gratis yang Mudah dan Cepat tanpa Coding

Bagaimana cara memilih kanal utama saat baru memulai bisnis?

Kembali lagi lakukan riset yang sudah disebutkan dengan mencari data demografi dan perilaku calon konsumen untuk bisnis kamu. Kamu juga bisa melakukan survei untuk mengetahui media sosial yang banyak digunakan oleh mereka. Paham betul pengertian pemasaran di bagian sebelumnya dan data apa yang harus kalian ketahui ya sebelum membuat strategi.

3. Buatlah Akun Google Business

Apa yang kamu lakukan bila kamu ingin mencari restoran terbaik di Jakarta? Cari di Google. Bagaimana kamu mengetahui skor pertandingan liga Inggris yang terjadi semalam? Cari di Google. Tidak hanya kamu, hampir semua pengguna internet melakukan hal yang sama. Mencari jawaban atas pertanyaan mereka di Google. Tepatnya, ada lebih dari 3.5 juta pencarian di Google setiap harinya. Bayangkan, setiap hari.

Terkait dengan hal tersebut, Google memiliki fitur bernama Google Business yang mempermudah orang-orang untuk mencari tau lokasi dan detail tentang suatu bisnis. Saat usahamu terdaftar di Google Business, secara otomatis juga akan muncul di Google Maps. Jadi orang akan mudah menemukan lokasi dari tempat usahamu. Tidak perlu repot-repot menanyakan alamat ke warga setempat.

Inilah kelebihan dari Google. Mereka memiliki berbagai fitur yang terintegrasi satu sama lain untuk memberikan kemudahan bagi para penggunanya. Tentu saja bisnis kamu juga turut mendapatkan manfaat dari adanya fitur-fitur mereka, termasuk Google Business dan Maps.

4. Buatlah Konten yang Relevan dengan Audiens secara Konsisten

Kunci pemasaran online yang sukses adalah konten yang relevan. Seaktif apapun kamu di media sosial, apabila konten kamu tidak relevan dan tidak menjawab kebutuhan dari audiens kamu maka hasilnya tidak akan maksimal. Jangan harap orang akan secara sukarela mengikut akunmu bila mereka tidak mendapatkan apa-apa dari konten yang kamu buat. Ingat itu ya.

Selain relevansi, pastikan juga konten kamu memiliki manfaat bagi mereka. Bisa berupa konten edukasi atau informasi penting lainnya seputar topik yang mereka sukai. Konten yang bermanfaat tidak hanya disukai, namun memiliki peluang untuk dibagikan ke khalayak luas dan antarplatform. Biasanya, nila orang suka dengan suatu konten, maka mereka tidak akan ragu untuk menyebarkannya di platform lain. Manfaatnya kamu bisa mendapatkan lebih banyak awareness dari sana.
Menarik bukan?

Tapi jangan berhenti sampai disitu saja ya. Kamu tidak boleh cepat puas dengan konten yang kamu buat. Harus tetap konsisten. Ada baiknya kamu memiliki content mapping agar kamu tidak kehabisa ide secara tiba-tiba untuk konten kamu, karena kamu sudah menyiapkannya jauh-jauh hari. Content Mapping akan membantumu untuk tetap membuat konten yang berkelanjutan, karena sudah terjadwal beserta topic yang ingin kamu angkat. Jadi, jangan buat konten secara dadakan ya! Aturlah secara jelas.

5. Bangun Relasi dan Perbanyak Referensi

Cobalah untuk membangun relasi dengan bisnis sejenis melalui platform tersebut. Selain itu coba ajak brand-brand lain untu berkolborasi dengan brand milikmu dengan membuat konten bersama. Saat kamu bekerjasama dengan brand lain, secara tidak langsung kamu telah memasarkan produk kamu ke pelanggan mereka dan itu membuka peluang besar untuk menyasar target pasar yang baru.

Relasi ini tidak hanya menguntungkan untuk strategi pemasaran online kamu, tapi juga reputasimu di dunia bisnis. Jangan sungkan untuk berkenalan dengan bisnis lainnya dan sharing pengalaman agar kamu dapat belajar lebih banyak. Bisnis mereka juga bisa dijadikan referensi bagi bisnismu saat ini. Perhatikan bagaimana mereka membuat konten, inovasi apa saja yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka menjaga loyalitas para pelanggan di media sosial.

Dengan pengetahuan diatas, kamu seharusnya sudah siap untuk membuat strategi pemasaran yang baik, khususnya pemasaran online. Konsep pemasaran secara umum udah sudah kamu kuasai dan kamu hanya perlu memulai riset pemasaran untuk menentukan target pasar yang tepat. Setelah itu buatlah konten yang sesuai dengan minat mereka dan lakukan secara konsisten. BIla kamu melakukannya dengan baik, maka jangan heran bila bisnismu melesat dengan tajam.

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply