studi di Jerman

Syarat dan Pertimbangan Studi di Jerman

Ada banyak alasan kenapa meneruskan studi di Jerman menjadi sangat menguntungkan. Selain karena menyediakan berbagai jenis pendidikan dan banyak jurusan, studi di Jerman juga tergolong mudah. Syarat yang harus dipenuhi hanyalah syarat umum.

Syarat Studi di Jerman

Setiap universitas memiliki syarat masing-masing, terutama syarat yang berkenaan dengan masalah akademik. Namun, syarat secara umum untuk dapat mengambil studi di Jerman adalah sebagai berikut.

1. Residence Permit dan Visa
Silahkan pilih izin tinggal sebagai pelajar dengan durasi waktu yang cocok sesuai durasi studi di Jerman yang akan dijalani. Pertimbangkan juga jenis visa yang dapat membuat kita lebih mudah untuk bepergian ke lingkup skandinavia.

2. Tabungan/Sumber Keuangan/Beasiswa
Mahasiswa pendaftar harus membuktikan kepemilikan uang sebanyak 8,000 euro di rekening bank. Untuk pengganti ini, kita dapat mencari beasiswa dan menyerahkan bukti penerimaan beasiswa sebagai sumber pembiayaan.

Uang tersebut tidak akan hangus. Namun, jumlah tersebut harus masih utuh ketika melakukan perpanjangan Visa. Oleh sebab itu, banyak mahasiswa yang memenuhi syarat ini dengan cara melakukan pinjaman uang.

3. Hochschulzugangsberechtigung
Pelamah studi di Jerman harus memiliki “Hochschulzugangsberechtigung” atau sebuah sertifikat “Kualifikasi Penerimaan Universitas”. Bentuknya adalah seperti ijazah selesai lulus SMA yang membuktikan bahwa siswa tersebut telah memenuhi persyaratan dapat kuliah di universitas.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman Terbaik di Jakarta

4. Kecakapan Berahasa Jerman/Inggris
Untuk mengikuti program gelar internasional, mahasiswa hanya memerlukan bahasa Inggris. Namun, untuk kuliah biasa, mahasiswa diwajibkan untuk memiliki kemampuan bahasa Jerman yang baik. Namun, jika menimbang Jerman yang kaya literasi, bisa bahasa Jerman sangat menguntungkan.

5. Bukti Asuransi Kesehatan di Jerman
Ketika membuat residence permit, warga asing dari luar Jerman harus memiliki asuransi kesehatan. Hal ini untuk mencegah apabila terjadi hal yang tidak diharapkan mengenai kesehatan.

6. Bukti Aptitude Test (tes bakat dan kecerdasan)
Test for Foreign Students atau TestAS tidak sekedar digunakan sebagai ujian diterima atau tidak, melainkan untuk menilai diri sendiri apakah bisa menyelesaikan program/jurusan yang diambil. TestAS yang digunakan terdiri dari tiga bagian, yaitu tes bahasa “onScreen”, The Core Test, dan Subject-specific test modules.

Baca Juga  6 Buku Bahasa Jerman Untuk Pemula

studi di Jerman

Pertimbangan Studi di Jerman

Ada banyak hal yang dapat menjadi pertimbangan kenapa seseorang melanjutkan studi di Jerman. Selain karena Jerman telah menjadi tempat berkumpulnya banyak masyarakat dunia, secara geografis negara ini memiliki toleransi cuaca bagi warga negara lain.

Nah, berikut ini adalah beberapa pertimbangan lain kenapa studi di Jerman menjadi pilihan yang tepat ketimbang beberapa negara lain di Eropa.

1. Universitas Berkelas Dunia
Jerman memiliki beberapa universitas terbaik di dunia. Faktanya, ada 23 institusi pendidikan tinggi di Jerman yang berhasil masuk ke dalam 200 besar universitas terbaik sedunia 2019. Hal ini menjadikan Jerman sebagai negara paling banyak memiliki universitas terbaik setelah Amerika Serikat dan Inggris.

Pemeringkatan tersebut didasarkan pada indikator utama seperti pengajaran, penelitian, transfer pengetahuan, dan pandangan internasional di 1.400 sekolah dari 92 negara berbeda. Berdasarkan peringkat tersebut, Ludwig Maximilian University of Munich adalah universitas terbaik di Jerman.

Universitas Ludwig adalah universitas terbaik ke-32 di dunia. Namun, Berlin masih yang paling produktif karena menjadi tempat keberadaan empat sekolah yang masuk 200 terbaik sedunia. Oleh sebab itu, mahasiswa seharusnya tidak kesulitan dalam memilih universitas ketika memutuskan studi di Jerman.

2. Pengetahuan Sudah Seperti Kebudayaan Jerman
Jerman adalah tempat kelahiran bagi banyak pemikir, ilmuwan, dan penulis yang berpengaruh selama 400 tahun terakhir. Misalnya dari Immanuel Kant hingga Nietzsche, Goethe hingga Thomas Mann, atau Max Planck hingga Albert Einstein semua berasal dari Jerman.

Tradisi intelektual Jerman tersebut telah memberikan kontribusi besar pada sejarah gagasan yang akhirnya membentuk dunia saat ini. Jika Jerman tidak ada, dunia belum semaju ini tentunya. Universitas Jerman pertama dibuka pada 1386 di Heidelberg dan sekarang menjadi universitas tertua keenam di Eropa.

Universitas Heidelberg berhasil menjaga nama baik Jerman hingga beberapa tahun terakhir. Universitas ini menghasilkan lebih dari 30 pemenang Hadiah Nobel. Oleh sebab itu, tidak salah jika banyak yang ingin mengambil studi di Jerman.

3. Negara yang Aman
Jerman bukan hanya salah satu negara teraman di Eropa, tetapi juga menjadi salah satu negara ter-aman di dunia. Kejahatan yang terjadi di Jerman saat ini berada pada level terendah sejak awal tahun 90-an. Kini tercatat kurang dari satu persen orang Jerman yang terkena dampak kejahatan kekerasan serius.

Baca Juga  Apa Itu Ausbildung, Cara Mendaftar, dan Manfaat Yang Didapat

Meskipun warga Jerman cukup individual, tetapi faktanya Jerman menjadi negara yang menerima imigran cukup banyak. Terbanyak ketiga sedunia. Bahkan, kebanyakan warga Berlin bukanlah warga asli Berlin melainkan pendatang. Hal ini cukup menenangkan mahasiswa yang studi di Jerman.

Keamanan di Jerman didasari kecukupan pendapatan masyarakat dan terpenuhinya fasilitas umum yang mempuni. Sistem transportasi umum di kota-kota besar seperti Berlin dan Munich, sangat dapat diandalkan karena rapi, bersih, dan aman.

Fasilitas transportasi umum seperti trem, bus, dan kereta bawah tanah memiliki jalur saling terhubung antar kota-kota. Tarifnya pun jauh lebih murah daripada yang ada di banyak kota Eropa lainnya. Oleh karena itu, mahasiswa yang studi di Jerman akan lebih mudah untuk berpindah tempat.

4. Negara yang Indah
Negara Jerman yang dulunya adalah kerajaan hebat Prusia terkenal dengan keindahan alamnya. Jerman dikenal juga sebagai salah satu negara yang dipilih banyak jenis burung untuk bermigrasi. Hal tersebut karena alamnya masih cukup terjaga.

Oleh karena itu, studi di Jerman dapat memberikan banyak peluang untuk berlibur atau bersantai gratis. Kita dapat menikmati ski salju di Garmisch-Partenkirchen, berpeahu di Sungai Rhine, atau berkemah di Black Forest.

Belum lagi ketika Octofest tiba, kita dapat menikmati makanan khas Jerman, termasuk bir, secara gratis. Atau jika ingin lebih akademis, barangkali bisa bepergian ke perpustakaan, musem, dan kastil-kastil yang menjadi ciri Jerman.

5. Kemudahan Biaya bagi Mahasiswa
Pada tahun 2014, Jerman menghapuskan biaya kuliah untuk semua universitas negeri. Hal tersebut menjadikan Jerman sebagai salah satu negara dengan sistem pendidikan terbaik dan gratis. Meskipun sempat dihentikan secara politis, namun akhirnya hanya Baden-Wurttemberg yang memberlakukan biaya.

Meskipun ada biaya universitas untuk beberapa siswa internasional, hal ini masih jauh lebih murah ketimbang di negara lain. Rata-rata, mahasiswa non-UE akan membayar sekitar €1.500 per semester. Sementara itu, mahasiswa pada tingkat magister akan membayar biaya sekitar €650 per semester.

Baca Juga  Sejarah Negara Jerman, Dari Terpecah Hingga Bersatu Kembali

Siswa non-UE akan memerlukan visa pelajar, yang termasuk biaya administrasi kecil €60. Kita juga perlu menunjukkan bukti bahwa memiliki tabungan sebesar €725 per bulan untuk biaya hidup. Selain itu, asuransi kesehatan adalah prasyarat lain bagi siswa dari luar UE.

Jika kesulitan memenuhi biaya, ada banyak bantuan yang disediakan oleh pemerintah, universitas, atau pun pihak swasta. Bantuan keuangan siswa federal tersedia diberikan kepada semua siswa, meskipun dana untuk siswa internasional masih terbatas.

Program bantuan pembiayaan bagi mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu hibah nasional yang tidak perlu dibayar kembali, sementara separuhnya lagi adalah pinjaman tanpa bunga yang dibayar kembali dengan angsuran.

6. Peluang Kerja Para Lulusan
Setelah lulus, mahasiswa internasional dapat mengajukan permohonan izin tinggal selama 18 bulan sambil mencari pekerjaan. Hal ini justru diberlakukan Jerman supaya mahasiswa tersebut bekerja di Jerman dan melakukan riset di sana. Bagi mahasiswa, hal ini tentu menguntungkan karena gaji bekerja di Jerman cukup besar.

Selain terkenal memiliki sektor manufaktur dan otomotifnya yang berkembang pesat, Jerman juga sangat dihargai dalam beberapa industri masa depan seperti robotika, nanoteknologi, dan teknologi lingkungan. Fakta tersebut membuka peluang kerja bagi banyak mahasiswa.

Khusus mahasiswa Indonesia, jaringan alumni Jerman juga cukup banyak. Oleh karena itu, ketika memutuskan studi di Jerman, besar kemungkinan akan mendapat bantuan dari mahasiswa yang sudah ada di sana. Citra lulusan mahasiswa Indonesia dari Jerman juga sangat baik sehingga memudahkan mencari kerja.

Itulah tadi uraian mengenai keuntungan jika mengambil studi di Jerman. Periksa dengan teliti di universitas mana jurusan yang kamu minati tersedia. Pastikan juga universitas tersebut tidak terletak di negara bagian yang tidak menggratiskan kuliah untuk mahasiswa internasional.

(Visited 26 times, 1 visits today)