Studi Kasus

Studi Kasus : Pengertian, Manfaat, Tujuan, dan Jenisnya

Studi Kasus – Bagi kalian seorang mahasiwa maupun seorang peneliti pasti tidak asing lagi dengan istilah studi kasus. Umumnya banyak dosen di mata kuliah mana pun seringkali menugaskan mahasiswanya untuk melakukan studi. Tahukah kalian istilah ini masih termasuk ke dalam salah satu jenis penelitian?

Istilah ini lebih tepatnya termasuk kepada metodologi penelitian kualitatif. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan nantinya siapa pun yang melakukan dapat mengungkap kasus tertentu. Masuknya ke dalam jenis metode penelitian kualitatif membuat jelas berbeda dengan metode penelitian kuantitatif.

Baca juga : Cara Menghapus File yang Tidak Bisa Dihapus di Windows

Penelitian kuantitatif lebih menekankan pada jumlah atau kuantitas sampel dari populasi yang diteliti, sedangkang studi kasus lebih menekankan kedalaman pemahaman atas masalah yang diteliti. Untuk mengerti lebih manyak tentang isitilah ini, simak informasi berikut ini.

Pengertian Studi Kasus

Menurut Yin, studi kasus dapat digambarkan sebagai proses pencarian pengetahuan yang empiris untuk menyelidiki dan meneliti berbagai fenomena dalam konteks kehidupan nyata. Yin juga mengemukakan bahwa bahwa pendekatan studi kasus bisa diterapkan apabila batas antara fenomena dan konteks kehidupan nyata terlihat samar atau tidak terlihat dengan jelas serta ada berbagai sumber yang dapat dijadikan acuan bukti dan penggalian informasi.

Studi kasus adalah salah satu jenis penelitian kualitatif yang memusatkan penelitian pada satu objek tertentu, dimana objek ini diangkat sebagai sebuah kasus untuk dikaji secara mendalam sehingga mampu membongkar realitas di balik fenomena. Karena pada hakikatnya yang kasat mata bukanlah sesuatu yang riel (realitas), melainkan itu hanya pantulan dari yang ada di dalam saja.

Yang membedakan penelitian istilah ini dengan penelitian lainnya adalah jika studi kasus penelitiannya lebih menekankan pada kedalaman analisis pada kasus tertentu yang lebih spesifik. Oleh karena itu, metode penelitian lebih tepat untuk digunakan dalam memahami fenomena tertentu di suatu tempat tertentu dan dalam waktu tertentu pula.

Baca Juga  Sejarah Perkembangan Komputer Digital Dari Masa ke Masa

Studi Kasus

Manfaat dan Tujuan Studi Kasus

Studi kasus merupakan salah satu jenis penelitian yang sering digunakan untuk mengkaji suatu kasus tertentu. Secara umum pun, ini dimanfaatkan oleh para peneliti agar lebih memahami objek yang ditelitinya. Sedangkan secara khusus, penelitian digunakan untuk menjelaskan dan memahami objek yang sedang diteliti secara khusus sebagai suatu kasus. Selain itu, juga memiliki tujuan lainnya yaitu:

1. Untuk menggambarkan situasi individu
2. Untuk mengidentifikasikan masalah – masalah utama dalam kasus
3. Untuk menganalisis kasus menggunakan konsep teoritis yang relevan dengan disiplin ilmu tertentu
4. Agar dapat merekomendasikan tindakan untuk kasus yang sedang diteliti.

Selain dari ke empat hal di atas, juga dilakukan untuk mencapai tujuan yang lebih spesifik berdasarkan bidang ilmu tertentu, ada pun tujuan dari yang lebih spesifik antara lain :
• Bidang Psikologi

Digunakan untuk mencari informasi lebih mendalam tentang otak manusia, perilaku serta pemikiran kognitif dari objek yang diteliti.
• Bidang Sosiologi

Pada bidang ini juga menyerupai dengan psikologi, namun perbedaannya adalah bidang sosioloigi lebih melihat ke dalam perilaku atau interaksi yang terjadi di dalam, antara, maupun di sekitar komunitas, kelompok atau organisasi yang sedang diteliti.
• Menghasilkan Teori Baru

Selain bidang psikologi dan sosiologi, banyak pula para ilmuwan yang melakukan eksperimen di antara teori atau menghasilkan teori baru. Mereka biasanya menggunakan metode studi kasus ini untuk mengembangkan hipotesis dan merincikannya melalui penelitian.

Jenis Studi Kasus

Sebelum melakukanya ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenisnya. Berdasarkan hipotesis atau tesis yang dibutuhkan, terdapat beberapa jenis yang dimana masing-masingnya itu berbeda satu sama lainnya. Namun, tak dapat dipungkiri juga akan terjadi tumpah tindih antara jenis yang satu dengan yang lainnya. Berikut ini adalah jenis yang harus kalian pahami, di antaranya:

Baca Juga  Apa Itu Netizen dan Apa Saja Peran Mereka?

1. Studi Kasus Eksplanatori
Jenis ini eksplanatori merupakan jenis penelitian yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana atau mengapa. Sehingga, pada yang satu ini harus melalukan penelitian dengan hasil akhir yang dapat di jelaskan. Pada umumnya, eksplanatori ini hanya berfokus pada fenomena dalam konteks situasi dalam kehidupan nyata. Contohnya, adalah pengaruh peristiwa politik atau ekonomi pada perang dan krisis global.

2. Studi Kasus Eksploratori
Berbeda dengan eksplanatori, jenis eksploratori lebih bertujuan untuk menemukan jawaban berdasarkan pertanyaan apa atau siapa. Metode pengumpulan data ini sering disertai dengan data tambahan seperti kuesioner, eksperimen, wawancara, dan lainnya. Jika dilihat dari skala penelitiannya, eksploratori merupakan pendahulu untuk proyek penelitian berskala besar yang formal.

3. Studi Kasus Deskriptif
Jenis yang ketiga, yaitu deskriptif. Jenis ini yang satu ini bertujuan untuk menganalisis urutan urutan peristiwa tertentu yang terjadi di masa lalu. Biasanya deksriptif ini banyak digunakan untuk meneliti sesuatu tentang budaya dan sejarah. Selain itu, deksriptif juga memiliki beberapa fungsi lainnya, yaitu untuk dapat membandingkan penemuan baru dengan teori yang sudah ada sebelumnya.

Bentuk Studi Kasus

Berdasarkan pendapat Creswell bentuk dapat dibagi berdasarkan permasalahan penelitian dan maksus penelitiannya. Berikut adalah bentuk yang wajib kalian ketahui:

1. Studi Kasus Tunggal
Bentuk tunggal merupakan penelitian studi kasus yang dilakukan dengan menggunakan sebuah kasus untuk menggambarkan suatu isu. Oleh karena itu, kalian harus mendapatkan kasus yang menarik untuk dikaji dalam suatu isu.

2. Studi Kasus Jamak
Studi kasus jamak merupakan bentuk penelitian studi yang menggunakan banyak isu atau kasus dalam setiap penelitiannya. Biasanya bentuk studi kasus ini dilakukan denan meneliti satu isu dan memanfaatkan banyak kasus untuk menjelaskannya. Tak hanya itu, studi kasus jamak juga hanya dapat menggunakan satu lokasi dengan banyak isu yang diteliti. Itu sebabnya, penelitian menggunakan bentuk jamak memiliki sifat yan lebih kompleks dari jenis isu lainnya.

Baca Juga  Waspadalah! Ini Dia 12 Jenis Virus Komputer Paling Berbahaya

3. Studi Kasus Mendalam
Selain kasus tunggal dan jamak, bentuk kasus lainnya yaitu kasus mendalam atau intrinsic case study. Bentuk kasus ini merupakan penelitan yang dilakukan pada suatu kasus yang mempunyai kekhasan dan keunikan yang tinggi. Itu sebabnya, penelitian studi kasus lebih berfokus pada kasusnya itu sendiri, baik itu sebagai lokasi, program, kejadian, maupun kegiatan.

Nah itu dia beberapa informasi yang harus kalian ketahui sebelum melakukan tugas ini. Semoga informasi yang kalian dapat ini dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang ingin mengerjakan tugas. Sebelum mengerjakan, ada baiknya jika kalian memperhatikan jenis dan bentuk studi kasus yang seperti apa yang akan diambil.

(Visited 37 times, 1 visits today)

Leave a Reply